Hindari Gagal Panen, Petani Kalsel Disarankan Ikuti Asuransi Lahan

KabarKalimantan, Jakarta – Ketua DPRD Kalimantan Selatan H Burhanuddin sarankan petani di Banua untuk asuransikan lahannya.

Perubahan cuaca juga bisa mengancam usaha petani padi. Banjir, kekeringan, dan serangan hama penyakit kerap mengakibatkan gagal panen.

Nah, Kementerian Pertanian rupanya punya program untuk menghindari resiko tersebut. Petani sendiri yang punya andil besar agar program itu bisa terwujud.

Namanya, Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP). Petani padi bisa mengasuransikan setiap hektare lahannya.

Dijelaskan H Burhanuddin, petani cukup bayar Rp 35 ribu per hektar setiap bulan. Selebihnya, pemerintah akan dibantu pemerintah.

“Suatu saat kita ada masalah, nanti akan di ganti dengan anggaran sampai dengan Rp 6 juta per hektar nya” kata H Burhanuddin saat melakukan kunjungan kerja bersama Komisi II DPRD Kalsel ke Dirjen Sarana dan Prasarana Kementerian Pertanian, Selasa (20/8/2019).

H Burhanuddin menambahkan, persyaratan ikut asuransi ini tidak rumit. Ia berharap pemerintah provinsi dan kabupaten di Kalsel bisa turut mensosialisasikan program tersebut.

Baca Juga :   Dewan Rekomendasikan Kenaikan Dana Bosda dan Insentif Guru Honor Kalsel 

“Ikutlah program pemerintah ini, karena kita tidak dapat memprediksi bagaimana cuaca kedepan,” ujarnya.

Dirjen Sarana dan Prasarana Kementerian Pertanian Dr Sarwo Edhy yang menerima langsung kunjungan DPRD Kalsel. Ia juga mengharapkan banyak petani di Kalimantan Selatan yang mengikuti program AUTP.

Ia menjelaskan, program AUTP yang ditargetkan tiap tahunnya berasuransi sebesar 1 juta hektar di seluruh Indonesia. “Ini merupakan solusi bagi petani, saya harapkan dukungan dan dorongan dari DPRD agar petani kita mengikuti program ini,” ucapnya.

Selain itu dirinya menjelaskan pula terkait dengan dukungan sarana dan prasarana pertanian di Kalimantan Selatan. Untuk alokasi irigrasi pertanian antara lain rehab jaringan seluas 1.800 hektare dengan pagu anggaran sekitar Rp 2,4 miliar, irigrasi perpompaan sebanyak 15 unit dengan pagu anggaran Rp 1,9 miliar, dan pengembangan embung pertanian sebanyak 2 unit dengan pagu anggaran Rp 240 juta.

Baca Juga :   Ini Upaya Hindari Praktik Monopoli Lelang Proyek

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Kalimantan Selatan Syamsir Rahman menerangkan jika ketentuan dalam polis klaim akan diperoleh jika intensitas kerusakan mencapai 75%. Itu berdasarkan luas petak alami tanaman padi.

“Pembayaran klaim untuk luas lahan satu hektar sebesar enam juta rupiah,” ujarnya.

Reporter: M Ali Nafiah Noor

Editor: Suhaimi Hidayat

Penanggungjawab: M Ridha

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here