Hizbul Wathan Kalsel Kesulitan Pelatih Kepanduan

321

KabarKalimantan, Banjarmasin- Ketua Umum Kwartir Pusat Gerakan Kepanduan Hilzbul Wathan, Muchdi Purwoprandjono, melantik dan mengukuhkan kepengurusan kwartir wilayah Hilzbul Wathan Kalimantan Selatan periode 2016-2021. Di tengah pelantikan, Muchdi, menyinggung Hilzbul Wathan Kalsel yang kesulitan mendapat pelatih kepanduan.

Bekas Deputi V BIN/Penggalangan dan Danjen Kopassus, itu meminta pengurus wilayah segera menggelar pendidikan jaya melati 1 dan jaya melati 2. “Agar kebutuhan pelatih segera terealisasi,” kata Muchdi PR, sebutan beken Muchdi Purwoprandjono di Universitas Muhammadiyah, Kota Banjarmasin, Sabtu (19/8/2017).

Ketua Kwartir Wilayah Kepanduan Hizbul Wathan Kalsel, Sujoyo Sujianto, mengakui sedang kesulitan tenaga pelatih karena kebanyakan pegiatnya berprofesi guru. Menurut Sujoyo, guru mendominasi 90 persen di kepengurusan Hizbul Wathan Kalsel. Selain mendidik siswa, ia berharap para guru bisa meluangkan waktu mengampu tugas organisasi kepanduan Hizbul Wathan.

Kesibukan inilah yang membuat pelantikan baru digelar pada Agustus 2017, meski struktur pengurus sudah terbentuk sejak Februari 2017. “Maka kegiatan di sekolah selalu kesulitan saat latihan. Muda-mudahan, kita bisa bagi waktu antara kegiatan Hizbul Wathan dan mengajar,” kata Sujoyo Sujianto, sambil menambahkan agar pelantikan semakin memotivasi pengurus mengembankan Hizbul Wathan.

Menurut dia, pengurus struktural Hizbul Wathan Kalsel sebanyak 40 orang. “Hizbul Wathan kan sempat dibekukan, dan mulai aktif setelah Reformasi. Kepanduan Hizbul Wathan umurnya hampir 100 tahun, kita harus banyak belajar dari literatur dan buku sejarah,” kata Sujoyo.

Diananta Putra

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here