HLN ke-72, Cerita Warga Puluhan Tahun Tanpa Listrik

271
PLN Kalselteng memberi bantuan bedah rumah di Hari Listrik Nasional, Jumat (27/10/2017). dok Redkal.com

Kabarkalimantan, Banjarmasin – Akhyar sumringah ketika sentrum mulai mengalir ke Desa Sebamban Lama Panyiputan, Kecamatan Sei Loban, Kabupaten Tanah Bumbu, Senin (30/10/2017). Maklum, ia mesti bersabar menanti 48 tahun sebelum PLN mengalirkan listrik ke desa itu.

Saking senangnya, Akhyar mengajak anak kandungnya nonton bareng saat tombol Mini Circuit Breaker yang menempel di rumahnya aktif untuk pertama kali. General Manager PLN Kalselteng, Rustamadji, meresmikan langsung setrum perdana ke Desa Sebamban Lama Panyiputan.

“Alhamdulillah bertahun-tahun tanpa penerangan, rumah kami kini terang benderang. Nyala lampu ini hadiah buat keluarga kami,” kata Akhyar lewat siaran pers yang dikirim PLN Kalselteng, Selasa (31/10/2017).

Dalam rentang 48 tahun, ia baru kali ini merasakan listrik dari pembangkit PLN. Sebelumnya, Akhyar memang sudah merasakan listrik, namun lewat bantuan mesin genset.

“Lima tahun terakhir saya harus membeli bensin lima liter setiap harinya untuk menyalakan genset. Pengeluaran saya setiap bulannya hanya untuk menbeli listrik,”jelasnya.

Baca Juga :   PLN Diminta Jangan Padamkan Listrik di Hari Keagamaan

Alhasil, Akhyar berberterima kasih kepada PLN yang sudah dua bulan terakhir kerja keras membangun jaringan setrum ke desanya. Lewat listrik PLN, ia bisa menekan ongkos pembelian bahan bakar minyak.

Cerita lain datang dari Suratmi (57). Ia tak henti –hentinya memandangi lampu masjid yang baru saja dinyalakan oleh Wakil Bupati Tanah Bumbu, H Sudian Noor. Baginya keberadaan listrik PLN di desanya akan membuat beribadah semakin kusyuk.

“Kami tak perlu lagi terganggu suara bising genset saat kami mengaji. Suara adzan tentunya juga akan semakin nyaring tanpa adanya gangguan suara genset di kampung kami,” ujarnya.

Selain mengalirkan listrik ke warga Desa Sebamban Lama Panyiputan, PLN juga berhasil menghadirkan listrik ke Desa Sei Loban Banyu Hidup dan Perumahan Transmigrasi Nelayan Angsana. Aliran setrum perdana itu masih dalam suasana Hari Listrik Nasional ke-72.

Baca Juga :   Tujuh Trafo Sisipan Perkuat Suplai Setrum Saat Haul Guru Sekumpul

“Dua bulan ini kami bekerja keras untuk menyelesaikan pembangunan Jaringan Tengangan Menengah (JTM) sepanjang 9,65 kilo meter sirkuit (kms), Jaringan Tegangan Rendah (JTR) sepanjang 2,6 kms serta 2 buah Trafo dengan kapasitas 50 kilo Volt Ampere (kVA)”, ujar Rustamadji.

Menurutnya dengan hadirnya listrik menjadikan rasio desa berlistrik di Kabupaten Tanah Bumbu menjadi 96 persen. Dengan kata lain, 144 dari 150 desa sudah berlistrik PLN. PLN sudah mengeluarkan investasi sebesar lebih dari Rp 2,9 miliar.

“Terima kasih kepada semua warga yang bergotong royong membantu kami menghadirkan listrik di Desa ini setelah menanti selama 70 tahun lamanya. Mari pergunakan listrik untuk kegiatan yang bermanfaat dan produktif,” Rustam berkata.

M. RIZAL KHALQI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here