Ibnu Sina dan Impian Wujudkan Kota Sungai Terindah di Indonesia

569

WALI KOTA Banjarmasin, Ibnu Sina, S.Pi, M.Si berbagi sebagian kisah hidupnya, sejak masa kecil, kemudian menjadi aktivis mahasiswa, hingga kini menjadi orang nomor satu di Banjarmasin. Ternyata Ibnu memulai karir dari bawah dan melalui perjuangan panjang.

Pria kelahiran 4 Januari, 42 tahun lalu ini berasal dari keluarga sederhana. Sejak kecil ia sudah memiliki cita-cita agar bisa bermanfaat banyak bagi orang lain dan membahagiakan kedua orangtuanya. “Kami terbiasa hidup sederhana, dan memang sudah dididik oleh orangtua seperti itu,” tuturnya kepada Kabar Kalimantan, Minggu (8/1/2017).

Cita-citanya itu ternyata berpengaruh dalam kehidupan dirinya. Saat mahasiswa Ibnu Sina dikenal sebagai aktivis mahasiswa yang kritis menyuarakan aspirasi rakyat. Saat berkuliah di Universitas Lambung Mangkurat (Unlam) Banjarbaru, universitas tertua di Kalimantan, lelaki yang akrab disapa Ibnu ini sudah terlihat jiwa kepemimpinannya.

Di beberapa organisasi yang diikutinya, seperti Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Ibnu totalitas mengemban amanah yang diberikan kepadanya. “Dengan berorganisasi, kita belajar bekerjasama, mengelola perbedaan dan kepemimpinan. Saya bersyukur, karena saat mahasiswa banyak berkecimpung di organisasi pergerakan mahasiswa,” kata suami dari dr Siti Wasilah ini.

Karir politiknya dimulai saat Ibnu maju sebagai calon anggota DPRD Provinsi Kalimantan Selatan. Tahun 2004 ia terpilih menjadi anggota DPRD Provinsi Kalimantan Selatan dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan menjadi anggota DPRD termuda saat itu. Bahkan sempat dianugerahi award sebagai anggota DPRD terfavorit oleh Journalist Parliament Community (JPC).

Selama menjadi anggota DPRD Kalimantan Selatan dua periode, Ibnu sangat aktif menyuarakan aspirasi masyarakat. Bahkan ia sempat turun langsung dalam aksi bersama para masyarakat dan mahasiswa memblokade sungai Barito sebagai protes kepada pemerintah pusat, atas kondisi listrik banua yang terus biarpet.

Selain aktif di DPRD Kalimantan Selatan, Ibnu juga keliling menjadi penceramah dan khatib Jumat. Tulisan-tulisan Ibnu juga patut diapresiasi, sebab dia boleh dibilang adalah penulis yang secara cukup lengkap menggambarkan keadaan orang suku Banjar yang merantau ke luar pulau Kalimantan, bahkan hingga ke Malaysia dan Singapura. Tulisannya bahkan menjadi rujukan media massa di Kalimantan Selatan mengenai kisah perantauan orang suku Banjar tersebut.

Pada 2015, Ibnu Sina maju menjadi calon Wali Kota Banjarmasin bersama Hermansyah. Bersaing dengan dua calon lainnya, Ibnu Sina ternyata mampu membuktikan diri dengan keluar sebagai juara dalam perolehan suara. Hingga kini menjabat sebagai Wali Kota Banjarmasin.

Saat ini Ibnu Sina menyatakan fokus untuk menjadikan Banjarmasin sebagai kota sungai terindah dan terbaik di Indonesia. Beberapa ide dan gagasan sudah disiapkannya untuk mewujudkan impian itu. Revitalisasi peran sungai sebagai jalur moda transportasi dan pariwisata akan dilaksanakan. “Banjarmasin adalah kota tua yang sangat bersejarah sejak zaman Kesultanan Banjar. Sudah saatnya Banjarmasin menjadi kota sungai terbaik di Indonesia,” tegasnya. sam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here