Ibnu Tak Ingin Jumat Kelabu Terulang

708

KabarKalimantan, Banjarmasin – Peristiwa kerusuhan 23 Mei 1998 atau yang lebih dikenal “Jumat kelabu” cukup menjadi kenangan pahit bagi warga Banjarmasin dan tak ingin terulang lagi.

Kejadian tragis menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 1998 dimana banyak memakan korban jiwa dan kerugian materi itu menjadi luka yang tak terlupakan bagi warga Banjarmasin.

Tak terkecuali Walikota Banjarmasin, Ibnu Sina. Hal itu menjadi renungan baginya saat Deklarasi Pemilu Damai 2018 di Siring Menara Pandang, Jalan Kapten Piere Tendean, Banjarmasin Tengah, Selasa (18/9/2018).

Ibnu ingin, Pemilu serentak 2019 berjalan damai dan kondusif. Maka dari itu ia mengimbau, seluruh masyarakat Kota Banjarmasin di era yang serba teknologi ini tidak mudah dihasut dan diadu domba oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

“Peristiwa 98 cukup menjadi pengalaman pahit, dan dalam pemilu 2019 mendatang mari kita ciptakan pemilu yang damai,” katanya di sela acara deklarasi pemilu damai 2019 yang dihadiri seluruh unsur forkopimda.

Baca Juga :   Ombudsman Menilai Pemkot Bawa Masalah Hamli ke Ranah Politik

Ibnu melanjutkan, maraknya berita atau informasi hoax yang bisa saja menyebabkan gesekan itu, diharapkan orang nomor satu di Banjarmasin ini, warga tidak mudah terhasut dan masyarakat menjadi pembaca yang cerdas.

“Masyarakat harus pandai dan jangan sampai berita-berita bohong dapat menghasut dan memecah belah persatuan, kerukunan masyarakat Banjarmasin,” tuturnya.

Kepala Badan Kesbangpol Kota Banjarmasin Kasman mengatakan, deklarasi pemilu damai 2019 adalah salah satu upaya meredam dan mencegah gesekan meski berbeda pilihan. Apabila hal ini tidak dicegah, takutnya hal-hal yang tidak diinginkan bisa terjadi.

“Kalau sudah terjadi, ya kita semua yang rugi. Maka dari itu diharapkan semua elemen masyarakat dapat membentengi dirinya dari segala hasutan yang terjadi saat ini, baik itu di sosmed maupun langsung,” ucapnya.

Syahbani

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here