Rab. Sep 23rd, 2020

IDM Kalsel Alami Peningkatan Signifikan

2 min read

KabarKalimantan, Banjarmasin – Indeks Desa Membangun (IDM) yang merupakan potret perkembangan pembangunan pedesaan di Provinsi Kalimantan Selatan dalam empat tahun terakhir (2016-2020) menunjukkan peningkatan cukup signifikan.

IDM yang dikembangkan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi sejak 2015 itu menggunakan indeks ketahanan sosial, ekonomi dan indeks ketahanan ekologi/lingkungan.

Indikator yang dikembangkan dalam IDM berdasarkan konsepsi bahwa untuk menuju desa maju dan mandiri perlu kerangka kerja pembangunan berkelanjutan, dimana aspek sosial, ekonomi dan ekologi menjadi kekuatan yang saling mengisi dan menjaga potensi serta kemampuan desa untuk mensejahterakan kehidupan desa.

Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Kalimantan Selatan Drs H Zulkipli mengatakan, adanya peningkatan jumlah desa mandiri di Kalsel itu menunjukkan bukti nyata kemajuan pembangunan di pedesaan.

“IDM Kalsel terus meningkat dalam empat tahun terakhir. Di Kalsel sudah ada enam desa berkategori Desa Mandiri,” katanya.

Zulkipli menuturkan, kemajuan pembangunan di pedesaan tersebut tentu berkat adanya sinergisitas antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota se-Kalsel. Serta tidak terlepas dari adanya kucuran dana desa yang berasal dari APBN dan adanya dana pendamping yang berasal dari APBD Kalsel.

“Kita melihat dalam tiga tahun terakhir ini kemajuan pembangunan di pedesaan, hal itu tidak terlepas dari kepemimpinan kepala daerah serta instansi terkait lain,” kata pria yang juga Ketua Alumni Lemhanas Kalsel itu.

IDM di Kalsel dalam empat tahun ini menunjukkan peningkatan baik desa mandiri, desa maju dan desa berkembang serta penurunan desa tertinggal dan sangat tertinggal. Kalau tahun 2016, jumlah desa mandiri di Kalsel hanya satu yakni di Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu), meningkat menjadi enam buah tahun 2020 yakni tersebar di Kabupaten Tanah Laut (Tala) dua buah, Kabupaten Kotabaru tiga desa dan satu desa di Kabupaten Barito Kuala (Batola).

Kemudian, desa maju tahun 2016 hanya 16 buah menjadi 184 buah tersebar di 11 daerah tahun 2020. Selanjutnya desa berkembang juga mengalami peningkatan dari tahun 2016 sebanyak 409 buah menjadi 1.437 buah pada tahun 2020. Sedangkan jumlah desa tertinggal dan sangat tertinggal di Kalsel mengalami penurunan signifikan tahun 2016 jumlah desa tertinggal di Kalsel tercatat sebanyak 1.184 buah, maka tahun 2020 turun menjadi 223 buah. Sementara itu desa sangat tertinggal juga mengalami penurunan dari 2016 tercatat masih 254 desa menjadi 13 desa tahun 2020.

Reporter: Syahri Ramadhan

Editor: Suhaimi Hidayat

Penanggungjawab: M Ridha

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | redkal.com by Kabar Kalimantan.