Imbang Lagi Bermain di Kandang Sendiri

707

KabarKalimantan, Banjarmasin – Jalannya pertandingan antara Barito Putera vs PSMS Medan belum selesai. Namun, sejumlah penonton yang berada di tribun timur dan barat Stadion 17 Mei Banjarmasin mulai berangsur-angsur beranjak dari tempat duduknya.

Mereka kecewa, keinginan menyaksikan tim kesayangannya meraih kemenagan di kandang sendiri rupanya jauh dari harapan.

Raut wajah senang yang semula terpancar dari para pendukung setia tim kebanggaan Banua ini perlahan pudar seiring hasil imbang yang diraih antar kedua kesebelasan.

Ya, Laskar Antasari lagi-lagi meraih hasil imbang di kandang sendiri. Tim besutan Jacksen F Tiago ini kembali harus berbagi poin dengan tim tamunya PSMS Medan, Minggu (7/10/2018).

Sorak penuh semangat para penonton itu hanya berlangsung hingga pertandingan berjalan 66 menit. Itu setelah pemain PSMS Medan Rahmad Hidayat mampu menyamakan kedudukan menjadi 3-3.

Awalnya, Barito Putera yang sempat tertinggal oleh gol Shohei Matsunaga pada menit ke-6 mampu menyamakan kedudukan di menit ke-7 lewat gol yang diciptakan Douglas Packer. Hingga kemudian Marcel Sacramento membalikkan keadaan pada menit ke-15 dan menutup laga babak pertama dengan skor 2-1.

Baca Juga :   RD Puji Adhit

Memasuki babak kedua, dalam hitungan menit PSMS Medan mampu menyamakan kedudukan menjadi 2-2 lewat sepakan Felipe Martins.

Dengan skor 2-2, permainan semakin menarik, Barito yang ingin meraih kemenangan di kandang sendiri kembali unggul. Marcel Sacramento, kembali mencatatkan namanya untuk kedua kalinya di papan skor. Gol yang diciptakannya mengubah keadaan menjadi 3-2, seakan kembali membangkitkan semangat para pecinta Barito Putera .

Namun sayang, keunggulan Barito Putera itu tak bertahan lama. Rahmad Hidayat menguburkan asa Barito Putera untuk meraih kemenangan.

Skor menjadi 3-3 pun memulai darama klasik sepakbola indonesia. Dimana tim tamu yang mampu menahan imbang tim tian rumah satu persatu berjatuhan. Entah ini sebuah taktik seorang pelatih dalam mengulur waktu atau pun memang kondisi pemain yang sudah mulai loyo.

Yang pasti, situasi itu membuat kubu Barito Putera tak nyaman. Ditambah lagi kepemimpinan wasit tidak bisa dikatakan adil dalam mengawal pertandingan yang disaksikan 6.000 pasang mata malam itu.

Baca Juga :   Suporter Barito Putera Desak Pemprov Benahi Stadion 17 Mei Banjarmasin

Bagaimana tidak, saat Barito putera yang Lagi bagus-bagusnya menyerang dan menemukan ritme permainan yg diharapkan, tiba-tiba dihentikan oleh peluit wasit yang mengambil keputusan tak wajar.

90 + 4 menit pertandingan lanjutan Gojek Liga 1 bersama bukalapak itu pun berakhir tanpa ada pemenang.

Berhasil mencuri satu poin di kandang Barito Putera membuat Pelatih PSMS Medan Peter Butler merasa senang. Permainan openship yang diperagakan anaknya berbuah hasil yang sepadan.

“Kami bermain terbuka, namun saya akui defense kami kurang disiplin. Sehingga penyerang lawan, terutama Marcel Sacramento dengan mudah menceploskan bola ke gawang kami,” kata Peter Butler saat sesi jumpa wartawan pasca laga.

Sementara itu, Asisten Pelatih Barito Putera Yunan Helmi memang mengakui anak asuhnya banyak melakukan kesalahan. “Kami lengah, dan ini lah konsekuensi yang harus kami bayar atas kelengahan itu,” terangnya.

Baca Juga :   Peseban Menang Tipis atas Persida Sidoarjo

Namun begitu, Yunan tak ingin lagi hal ini terulang. Ke depannya ia berjanji akan membenahi apa yang dirasa kurang dalam timnya sehingga sulit meraih kemenangan.

“Ini akan menjadi pelajaran berharga bagi kami. Kami harus melupakan hasil tak memuaskan ini dan menatap ke depan mempersiapkan tim untuk menghadapi laga selanjutnya,” tutupnya.

Smara Aqdimul Azmi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here