Ming. Agu 9th, 2020

Imbas Corona, Pedagang Hewan Banjarmasin Akui Omzet Menurun 50 Persen

1 min read

KabarKalimantan, Banjarmasin – Menjelang Idul Adha 1441 H, omzet penjualan sapi dan kerbau di Kota Seribu Sungai mengalami penurunan drastis.

Hal ini disampaikan salah satu pengusaha hewan terbesar di Banjarmasin, H Budi Wijaya kepada wartawan di Rumah Potong Hewan (RPH) Jalan Tembus Mantuil, Basirih Selatan, Jum’at (24/7/2020).

Menurut Budi sapaan akrabnya, wabah Covid-19 sangat berpengaruh terhadap penjualan hewan yang tengah digelutinya.
Apalagi menjelang Idul Adha tahun ini, penurunan omzetnya mencapai 50 persen dari tahun lalu.

“Sebelum corona kelompok yasinan dan RT banyak yang pesan hewan kurban. Tapi saat ini sebagian tidak memesan lagi,” katanya.

Budi mengatakan, kemungkinan faktor ekonomi ditengah pandemi menjadi salah satu penyebab kurangnya minat pembeli hewan.

“Pendapatan orang juga turun, jadi bisa aja yang berkurban sedikit, belum lagi pemotongan hewan kurban juga harus mengikuti protokol kesehatan,” ucapnya kembali.

Untuk harganya sendiri, Budi mengatakan tiap sapi berkisar antara 13,5 juta hingga 25 juta tiap ekornya. Bahkan juga tersedia kerbau bule (albino).

“Kalau masalah kesehatannya, sebelum masuk ke RPH ini, telah dilakukan pemeriksaan kesehatan oleh pihak terkait. Makan dan minum hewan ini pun tetap kami jaga kualitasnya. Insya Allah semua hewan di sini sehat,” ujarnya.

Pantauan redkal.com di lokasi pedagang berjualan tampak pekerja membersihkan kotoran sapi dan kerbau, sebagian ada juga yang memberi makanan berupa rumput segar.

Wartawan: Smara Aqdimul Azmi
Editor: Suhaimi Hidayat
Penanggungjawab: M Ridha

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | redkal.com by Kabar Kalimantan.