Indra Sjafri : Indonesia Bisa Tanpa Pemain Naturalisasi

1306

KabarKalimantan, Banjarmasin – Indra Sjafri sukses membawa Timnas Indonesia U-22 menjuarai Piala AFF U-22 2019 yang digelar di Kamboja beberapa waktu lalu.

Tak hanya sekadar menjadi juara, keberhasilannya meraih trofi di ajang itu juga merupakan suatu pembuktian bahwa tanpa pemain naturalisasi pun Indonesia bisa bicara banyak di kompetisi sepakbola internasional.

Ia pun menegaskan, agar Indonesia bisa lebih percaya diri tanpa mengandalkan pemain naturalisasi seperti yang dilakukan beberapa tahun ke belakang.

Menurutnya, memakai jasa pemain naturalisasi tersebut hanya karena malas dan membina pemain-pemain lokal. “Kan sudah banyak terjadi. Ada beberapa pemain naturalisasi yang juga gagal memberikan yang terbaik,” kata Indra Sjafri saat acara penyambutan pemain Timnas Indonesia U-22 (Juara Piala AFF 2019) di Gedung Mahligai Pancasila Banjarmasin, Kamis (7/3/2019).

Ia mengungkapkan, Indonesia ini banyak memiliki pemain bola yang berbakat. Jadi, menurutnya, untuk apa ada naturalisasi kalau bisa memanfaatkan sumberdaya yang ada.

“Saya malu kalau mau menaturalisasi pemain. Sebab, pemain kita banyak, dan kasian motivasi anak-anak kalau naturalisasi terus. Kecuali seperti Philipina, Singapore atau Timor Leste, wajar saja menaturalisasi karena kekurangan orang, tapi kita memiliki banyak pemain,” ujarnya.

Untuk itulah, sebagai pelatih yang sebelumnya juga sukses membawa Timnas Indonesia U-19 menjadi juara Piala AFF U-19 pada 2013 lalu, Indra Sjafri mengimbau agar pelatih maupun manajemen klub sepakbola di Indonesia untuk stop menaturalisasi pemain-pemain bola.

“Saya hanya mengimbau saja, kebijakan tetap ada di tangan pemerintah dan federasi,” pungkas Indra Sjafri.

Syahri Ramadhan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here