Infrastruktur di Banjarmasin Tengah Sudah Banyak Terakomodir

2056

KabarKalimantan, Banjarmasin – Permaslahan infrastruktur di Kecamatan Banjarmasin Tengah sudah banyak tercover dengan baik. Buktinya, dari hasil reses, tidak ada keluhan terkait pembangunan di wilayah tersebut.

Hal ini pun dibenarkan anggota dewan Dapil Banjarmasin Tengah, Faisal Hariyadi usai melaksanakan Reses, menyerap aspirasi warga di Kelurahan Kertak Baru Ilir, Banjarmasin Tengah, Kamis (25/4/2019).

Menurut Faisal, dari sekian banyak usulan warga yang disampaikan pada kegiatan Reses kali ini, sebagian kecil permasalahan hanya berkutat di pendistribusian LPG dan Tempat Pembuangan Sementara (TPS) yang belum terakomodir dengan baik.

Apalagi ujarnya, kelangkaan LPG saat ini menjadi trend topik di wilayah tersebut. Kelangkaan dan melambungnya harga gas itu berulangkali telah meresahkan warga. Pemerintah pun diminta untuk segera melakukan operasi pasar.

Selain gas langka itu, warga juga mengusulkan revitalisasi TPS di Pasar Rambai. Meminta diperbaiki, sehingga tumpukannya tidak meluber ke jalan. “Ini yang akan kami inventarisir dan segera disampaikan kepada pimpinan untuk ditindaklajuti,” kata Politikus Partai Amanat Nasional ini.

Baca Juga :   Tunjangan Reses DPRD Banjarmasin Kategori Menengah

Sementara itu, anggota dewan Dapil Banjarmasin Tengah lainnya, Matnor Ali, juga menyampaikan hal senada. Terkait permasalahan drainase dan jembatan di wilayah itu sudah banyak yang tertangani dengan baik. Hanya tinggal sebagian kecil yang dinilai perlu adanya evaluasi.

“Jadi kali ini kami juga mengevaluasi Reses terdahulu. Apakah sudah terealisasi. Tapi Alahamdulillah, kalau kendala terkait infrastruktur sudah tidak ada,” terangnya.

Selain itu Kata Matnor, usulan terbaru yang disampaikan warga di Reses ini, salah satunya hanya mengeluhkan terkait permasalahan parkir kendaraan yang menggunakan badan jalan dan trotoar bagi pejalan kaki.

Maraknya bongkar muat barang, lanjutnya, menjadi kendala tersendiri. Pejalan kaki tidak dapat menggunakan trotoar sesuai dengan fungsinya. Imbasnya, mereka harus melintasi jalan umum dan itu dinilai membahayakan.

“Seharusnya trotoar itu untuk pejalan kaki. Ini yang akan kami sikapi ke depan bersama pemerintah setempat,” ucapnya.

Baca Juga :   Usulan Banyak Dicoret, Dewan Anggap Pemkot Tak Serius Urusi PIP

Diakui politikus Partai Golkar ini, wilayah Banjarmasin Tengah memang menjadi pusat perdangan. Namun itu tidak dapat dijadikan alasan untuk melakukan bongkar muat barang dengan bebas dan mengabaikan hak para pejalan kaki.

“Tapi secara keseluruhan, aspirasi warga di Banjarmasin Tengah, itu sudah banyak yang kami perjuangkan, hasilnya pun sudah terealisasi dengan baik,” ungkapnya.

Reporter: Smara Aqdimul Azmi
Editor: Suhaimi Hidayat
Penanggungjawab: M Ridha

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here