Ingin Diamankan Satpol PP, Wati Sempat Ancam Buang Bayi Sendiri

KabarKalimantan, Banjarmasin – Sudah sepatutnya bayi yang baru lahir mendapatkan hidup layak, tempat berteduh yang nyaman dan mendapat asupan gizi yang cukup. Bukan tinggal di tempat gelap, dingin dan penuh nyamuk.

Tapi malang bagi M, nasibnya tak semujur bayi lainnya. Di usianya yang baru menginjak 3,5 bulan, dia harus merasakan pahitnya kehidupan. Wati (32) orangtuanya tega membawa M hidup di kolong jembatan.

Sambil duduk menggendong M di truk Pengendalian Masyarakat (Dalmas) Satpol PP dan Damkar Banjarmasin, Jumat (20/7/2018) warga Alalak Berangas, Kabupaten Barito Kuala (Batola) itu sesekali berusaha menenangkan bayinya yang mulai rewel, mungkin dia mulai merasa gerah dan haus.

Perkakas keperluan hidup, seperti baju, popok, kasur, termos, hingga sepeda milik Wati tampak berserakan di dalam truk. Rupanya dia baru saja diamankan Satpol PP dari kolong Jembatan Merdeka. Sedangkan suaminya sempat kabur saat disatroni.

Baca Juga :   Wajib Ditonton, Film SILY Mulai 4-6 Juli di Banjarmasin

Menurut keterangan Wati, dia sekeluarga sudah hampir tiga bulan tinggal di sana. Alasanya karena cekcok dengan mertua, hingga akhirnya memilih keluar dari rumah mertua.

“Suami saya dulu kerja di Asam-Asam. Kalau sekarang cari kardus bekas. Dia tadi kabur,” ucapnya.

Wati sekeluarga sebenarnya sudah lama jadi incaran Satpol PP, karena keberadaan mereka dirasa merusak keindahan kota. Mengingat para wisatawan yang melakukan susur sungai sering mondar mandir melintasi bawah Jembatan Merdeka.

Komandan Pleton (Danton) I Satpol PP dan Damkar Banjarmasin, Rizkan Wahyudin menuturkan, penertiban sempat terkendala dengan posisinya yang cukup sulit, sehingga beberapa kali gagal.  “Sebelumnya kami sudah beberapa kali mau menertibkan tapi selalu gagal. Apalagi saat air sungai pasang. Kami kesulitan merapatkan,” ujarnya.

Yang membuat Rizkan miris, saat mau dilakukan penertiban sebelumnya, M sempat dijadikan bahan ancaman.  Orang tuanya mengancam bakal melemparnya ke sungai jika Satpol PP merapat.

Baca Juga :   Hebat, Masriah Bangun Sekolah Non Formal Secara Swadaya

“Sebelumnya kami sempat diancam, jika kami merapat dia (orangtua M, Red) mau dilempar bayinya ke sungai. Jadi kami batalkan. Untungnya hari ini dia mau menurut,” ungkap Rizkan.

Dia melanjutkan, setelah dilakukan penertiban Wati dan bayinya akan di antar ke rumah singgah Jalan Lingkar Selatan, Basirih milik Dinas Sosial Banjarmasin untuk mendapat pembinaan.
M Syahbani

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here