Ingin Kaya Malah Masuk Penjara

357

BANJARMASIN, KK – Siapa sangka seorang wanita berbadan gempal ini adalah kurir sabu. Ia dibekuk di Jalan Pekapuran A, Gang Damai RT 11 RW 02, Kelurahan Sungai Baru, Banjarmasin Tengah, Kamis (20/4/2017) sekitar pukul 11.40 Wita.

Ibu Rumah Tangga (IRT) yang kesehariannya bergaul dengan tetangga, dan terlihat biasa – biasa saja itu ternyata adalah kurir narkotika jenis sabu – sabu. Bertindak sebagai perantara, ia pun dibekuk di kediamannya.
W (30) warga Jalan Pekapuran A, Gang Damai RT 11 RW 02, Kelurahan Sungai Baru, Banjarmasin Tengah itu diamankan beserta barang bukti narkotika jenis sabu – sabu. Dia tertangkap tangan saat transaksi narkotika.
IRT itu hanya pasrah saat pihak Satresnarkoba Polresta Banjarmasin menggelandangnya ke Maporesta Banjarmasin. Di balik tubuhnya yang berisi, Warnah tampak lesu ketika menyadari pembeli dagangannya adalah petugas yang menyamar.
Semua sudah terlambat, ketika barbuk itu ditemukan, dan IRT itupun tidak bisa lagi berkilah. Hanya paketan kecil dengan berat 0,06 gram, membuat IRT itu harus berurusan dengan hukum, dan uang Rp200 ribu yang diduga hasil penjualan barang haram tersebut ikut menjadi bukti perbuatannya.
Bisnis haram itu mulai ia tekuni sejak beberapa waktu lama, pelaku pun mengaku sangat baru dalam bisnis haram itu. “Baru sekitar dua bulanan,” ujarnya.
Berawal dari keinginannya untuk memiliki uang secara cepat dan mudah, ia tergiur dengan keuntungan yang dijanjikan dari bisnis itu. Entah dapat barang dari mana, namun tentunya ada sumber yang memasok barang tersebut kepadanya. “Barang itu dapat dari seseorang,” imbuhnya.
Seseorang yang sama sekali tidak dikenalnya, kini malah membuatnya harus meninggalkan rumah dan bakal menghuni hotel prodeo. Wanita berkulit sawo matang itu juga mengaku takut masuk penjara, namun dia harus mempertanggungjawabkan perbutannya. “Takut, tapi mau apa lagi,” ujarnya pasrah.
Sesalnya, harus terbuai bujuk rayu barang laknat penghasil uang itu. Tergiur keuntungan yang besar dari hasil penjualan sabu – sabu, IRT itu harus rela melepaskan kebebasannya dengan ancaman hukuman enam tahun penjara.
Pihak kepolisian yang dikonfirmasi, Senin (24/4/2017), Kompol Hadi Supriyanto mengaminkan penangkapan pelaku. “Pelaku ditangkap saat transaksi dengan petugas yang menyamar,” ungkapnya.
Pelaku yang diduga keras menjual atau menyerahkan atau menjadi perantara dalam jual beli Narkotika jenis Sabu – sabu itu ditangkap berdasarkan informasi dari masyarakat. Atas kasus tersebut pelaku diterapkan pasal 114 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009, Tentang Narkotika.
Pria berpangkat melati satu itu juga menuturkan, peredaran narkotika yang meresahkan warga membuat pihaknya harus menindak tegas pelaku pengedar narkotika dan obaya. “Pihak Kepolisian tidak akan segan – segan menghukum pelaku pengedar narkoba,” tegasnya.
Narkotika dan obaya adalah barang haram yang bisa menyebabkan penggunanya bisa ketergantungan, bahkan pecandu bisa dibuat tidak sadar dengan apa saja yang dia lakukan. Hal tersebut tidak menutup kemungkinan pecandu melakukan tindakan kriminalitas tanpa ia sadari.
Kasat Resnarkoba Resta Banjarmasin itu juga menambahkan, bahwa pihaknya akan terus berupaya membasmi peredaran narkoba di wilayah Banjarmasin. “Sebanyak apa pun itu, akan kami musnahkan, siapapun pelakunya yang terbukti pasti akan kami tindak tegas,” pungkasnya. raf

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here