Ming. Jan 24th, 2021

Ini Aksiku Mana Aksimu

1 min read

BANJARMASIN, KK – Komunitas Earth Hour Banjarmasin yang telah berdiri sejak 2011, menjadi bukti bahwa kekuatan publik dapat memberikan dampak yang besar seperti menyatukan individu komunitas dan korporasi, untuk melakukan aksi nyata dalam perubahan iklim. 

 

Mereka juga melakukan sosialisasi melalui kegiatan kreatif, seperti melakukan kampanye ramah lingkungan di jalan dan gerakan tarian flash mob. Tak hanya sekedar sosialisasi, tetapi mereka melakukan beberapa aksi nyata ramah lingkungan yang digelar, contohnya ceremony switt off (mematikan lampu selama satu jam) yang dilakukan setiap tahunnya pada Sabtu terakhir bulan ke tiga (Maret), serentak di seluruh Dunia.

 

Muhammad Indra Ramadhan selaku koordinator Earth Hour Kota Banjarmasin mengatakan, komunitasnya biasa mengadakan di beberapa titik, seperti di Balai Kota Banjarmasin, Duta Mall dan hotel yang telah mendukung kegiatan ini.

 

“Sementara itu kami juga kampanye yang bertajuk ‘Ini Aksiku, Mana Aksimu’ menyuarakan himbauan hemat energi, dengan mematikan lampu lebih dari satu jam,” katanya, Sabtu (24/12/2016).

 

Mahasiswa Unlam ini juga berpendapat, mulai dari kehidupan sehari-hari dan mudah dilakukan masyarakat dapat berkontribusi menjaga lingkungan.

 

“Earth Hour itu sendiri adalah kampanye untuk mengurangi laju pemanasan global dan perubahan iklim, yang lagi ramai diperbincangkan,” pungkasnya. bha/ara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | redkal.com by Kabar Kalimantan.