Ini Alasan Parkir Eks Metro City Plaza Banjarmasin Ditutup Pemkot

752

BANJARMASIN – Pemkot Banjarmasin melalui Dishub menutup parkir di bangunan bekas Metro City Plaza di Jalan Ujung Murung Banjarmasin, Senin (9/1/2017).

Itu dilakukan menyusul banyaknya keluhan masyarakat yang diterima Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina terkait mahalnya tarif parkir di lokasi tersebut.

Penutupan pun segera dilakukan oleh Dishub Kota Banjarmasin dengan memasang spanduk bertuliskan “Lokasi Parkir Ini Ditutup”, serta semua jalur keluar masuk lokasi dihalangi dengan dinding pembatas jalan.

Saat dikonfirmasi, Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina mengakui, bahwa sudah cukup banyak laporan masyarakat yang merasa dirugikan dengan tindakan sewenang-wenang para petugas parkir di lahan itu.

“Ada yang mengeluh sampai bayar sepuluh sampai lima belas ribu rupiah untuk sekali parkir saja, makanya ini harus ditertibkan,” ucap Ibnu Sina, kepada wartawan Kabar Kalimantan.

Orang nomor satu di kota yang berjuluk kota seribu sungai itu juga mengatakan, penertiban tidak hanya pada parkir tersebut, namun merupakan peringatan bagi pengelola parkir lain di Banjarmasin yang tidak mematuhi aturan.

“Menegakkan aturan, Insya Allah nanti akan diteruskan ke tempat-tempat yang lain,” imbuhnya.

Ibnu mengatakan evaluasi parkir akan terus dilakukan mengingat potensi sektor parkir ini rawan kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD). Oleh karena itu, tidak hanya akan dievaluasi pada kawasan ramai, pengawasan juga dilakukan pada parkir-parkir lain.

Sebelumnya, telah ditetapkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2/2016 tentang Retribusi Parkir di Tepi Jalan dan Tempat Khusus. Untuk kendaraan roda dua tidak boleh lebih tarifnya dari Rp2.000 dan kendaraan roda empat tidak boleh lewat dari Rp3.000.

Kepala Dishub Kota Banjarmasin Ichwan Nor Khalik mengatakan, agar para pengelola parkir,  memberikan garansi untuk mememenuhi ketentuan ini di lapangan. Sebab ada oknum operatornya melakukan pelanggaran, mereka harus bertanggungjawab.

“Sebab kalau masih saja kejadiannya, tentunya sudah ada kesepakatan dengan pemerintah kota nantinya. Akan kita beri sanksi, bahkan sampai kita cabut izin lokasi parkirnya, saya pastikan itu,” tegas Ichwan.

Ichwan pun mengungkapkan, ketegasan penertiban parkir ini berkenaan pula dengan PAD, Pemkot Banjarmasin berupaya meningkatkan pendapatan baik dari retribusi maupun pajak sektor parkir. bur

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here