Ini Curhatan Warga HST yang Kokoh Tolak Tambang di Bumi Murakata

512

KabarKalimantan, Banjarmasin – Masyarakat Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) bersikekeuh menolak penambangan di daerahnya. Pasalnya, mereka beranggapan adanya tambang tersebut justru akan menimbulkan ancaman bencana.

Keluhan terkait rencana penambangan di Bumi Murakata tersebut disampaikan warga HST saat Reses anggota Komisi III DPRD Kalsel Riswandi pada 26-28 februari lalu.

“Saat itu, masyarakat HST tetap tak mau kalau ada penambangan di wilayah mereka,” kata Riswandi, Jumat (2/3/2018).

Riswandi yang berasal dari Derah Pemilihan (Dapil) IV yakni Kabupaten Tapin, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) dan Kabupaten HST meyebutkan, penolakan tambang yang dilakukan warga HST itu juga didukung oleh anggota DPRD Kalsel dan Pemprov Kalsel.

“Aspirasi dan harapan warga HST tersebut tentu akan saya sampaikan sesuai mekanisme atau prosedur dan ketentuan yang berlaku,” lanjut Riswandi yang juga Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Kalsel.

Secara pribadi, Riswandi juga memang menolak penambangan di HST tersebut guna menyelamatkan lingkungan dari ancaman bencana. Sebab, selain akan berdampak banjir, tentu akan berpengaruh pada sumber air warga yang akan menghilang jika hutan ditambang.

“Jika kawasan Meratus HST ditambang, bukan cuma bencana banjir yang mengancam, tetapi bisa muncul petaka lain, seperti berkurangnya sumber daya air karena tak ada lagi daerah resapan,” ucapnya.

Bukan cuma warga HST yang menolak rencana penambangan di Blok Batu Tangga kawasan Pegunungan Meratus, tetapi juga dukungan juga mengalir dari lapisan masyarakat lain.

Hingga saat ini, Kabupaten HST merupakan satu-satunya dari sembilan kabupaten di Kalsel yang tidak ada kegiatan penambangan Batubara Potensial.

M RIZAL KHALQI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here