Ini Jawaban PT Adaro Terkait Tunggakan Pembayaran Pajak Alat Berat yang Mencapai Rp 1,698 Miliar

196

KabarKalimantan, Paringin – PT Adaro angkat bicara terkait masalah tunggakan pajak kendaraan bermotor (PKB) atau pajak alat berat di tahun 2018 yang belum dibayarkan.

CRM Department Head PT Adaro Indonesia Djoko Soesilo membenarkan adanya tunggakan pembayaran pajak alat berat tersebut. Menurutnya, hal itu terjadi dikarenakan adanya proses mekanisme dari perusahaan.

“Normatif saja sebenarnya. Semuanya ada proses dan mekanisme, dan kami sedang menjalankan proses pembayaran,” ujar Djoko kepada Kabar Kalimantan, senin (11/6/2018).

Ditekankan Djoko, Adaro tetap konsisten berkontribusi‎ terhadap pembangunan negara dan daerah melalui banyak program pemberdayaan, royalti, dana bagi hasil, pajak alat berat serta pajak lainnya, serta program CSR AI tahun 2018 yang mencapai Rp 44 miliar.

Sebelumnya, penunggakan pembayaran pajak oleh PT Adaro Indonesia ini diketahui berdasarkan data dari Badan Keuangan Daerah Provinsi Kalsel melalui Unit Pelayanan Pendapatan Daerah (UPPD) Paringin.

Berdasarkan data UPDD Paringin, khususnya untuk PT Adaro Indonesia sepanjang tahun 2018 ini ada sekitar 221 buah alat berat yang masuk tagihan pajak kendaraan kermotor (PKB) dengan total pajak sebesar Rp 1,698 miliar. Sedangkan untuk PT Saptaindra Sejati Site Sera besaran tagihan pajak PKB alat beratnya sebesar Rp 517,230 juta dengan jumlah alat berat 105 buah.

Hal ini pun dibenarkan Kepala UPDD Paringin Hadi Suhudi. Ia mengakui jika memang benar PT Adaro Indonesia dan mitra kerjanya belum membayar kewajiban pajak PKB alat beratnya tahun 2018 ini.

“Akhir April lalu, kami sudah layangkan surat tagihan PKB alat berat tahun 2018 ini kepada kedua perusahaan tersebut,’’ ujar Suhudi beberapa waktu lalu saat ditemui di ruangan kerjanya.

Dalam surat tagihan PKB alat berat tahun 2018 tersebut, menurut Suhudi, turut dilampirkan rincian jumlah unit alat berat beserta waktu jatuh tempo pembayarannya secara terperinci termasuk cara pembayarannya.

Lebih lanjut dirinya merinci, untuk PT Adaro bulan April ada 58 unit alat berat yang jatuh tempo pembayaran pajaknya per 28 April, 61 buah pada 10 Juli, 19 buah per 4 Agustus, 20 buah pada 4 September, 42 buah pada 11 Oktober dan 21 buah jatuh tempo pada 10 November mendatang. Total keseluruhan 221 buah dengan jumlah tagihannya Rp 1,698 miliar.

Sedangkan untuk PT Saptaindra Sejati, dirinya merincikan, berdasarkan surat tagihan yang dikirimkan ada 105 buah alat berat dengan jumlah tagihan Rp 517,230 juta dengan rincian 41 buah masa pajak 17 September  2017, 20 buah pada 12 Oktober, 6 buah per 12 november, 1 buah pada 26 November dan 8 buah pada 24 Desember 2017. Sedangkan untuk 2018 adalah 13 buah masa pajak 20 Januari, 10 buah 28 Maret dan 6 buah 17 April.

FM Hidayatullah

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here