Ini Lima Inovasi Tenaga Kesehatan Dinas Kesehatan Kalsel

18

KabarKalimantan, Banjarmasin – Dalam upaya meningkatkan Indek Pembangunan Kesehatan Masyarakat (IPKM) di Kalimantan Selatan, Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan lakukan berbagai inovasi.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Muslim mengatakan, perlu dilakukan inovasi-inovasi dalam upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat, yaitu dengan melalui pembangunan kesehatan dan pencapaian program kesehatan di pelayanan primer.

“Maka untuk itu, kita membutuhkan inovasi-inovasi, dan upaya dari tenaga kesehatan, ” kata Muslim di Aula Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan, Rabu (6/11/2019).

Ia menyampaikan, dari sembilan inovasi saat ini ada lima inovasi terpilih dari lima jenis tenaga kesehatan, yakni dokter, farmasi, bidan, kesmas, dan ahli gizi.

“Jadi, inovasi ini sesuai dengan bidang dan arah pembangunan kesehatan kita, di antaranya dalam menurunkan TBC, meningkatkan kesehatan ibu dan anak, menurunkan angka stunting, mengurangi merokok, dan lain-lain,” ucap Muslim.

Baca Juga :   44,1 Persen Penduduk Kalsel Menderita Hipertensi

Muslim berharap, dengan inovasi-inovasi yang sudah diimplimentasikan dan dilakukan di wilayah masing-masing tenaga kerja kesehatan, nantinya dapat ditularkan ke wilayah-wilayah lainnya.

“Semoga, yang didapat dari inovasi ini akan mempercepat pembangunan kesehatan kita dalam memperbaiki dan meningkatkan capaian program yang ada,” katanya.

Adapun inovasi tersebut yakni, Muhammad Ary Aprian Noor, Tenaga Kefarmasian (Apoteker) dengan judul Inovasi Pelayanan Obat dengan Kopi TB (Kotak Pengingat Minum Obat TB) yang menyasar pada pasien TB. Winda Pratiwi AMG, Ahli Gizi dengan judul Inovasi MADU ASLI (Mari Dukung Asi Ekslusif) yang menyasar pada remaja, ibu hamil, ibu menyusui, suami, nenek/mertua dan ibu yang memiliki bayi 0-2 tahun. Gusti Khairunnisa AMK, Perawat dengan judul Inovasi Aplikasi My Posbindu (APLUS), sasarannya kader kesehatan posbindu PTM, masyarakat, dan penderita PTM.

Kemudian dr Asi Huspiansyah, dokter umum dengan judul inovasinya Kelas Berhenti Merokok (Kabar Baru) dengan sasaran masyarakat perokok di wilayah UPT Puskesmas Guntung, dengan fokus perhatian perokok di desa terpilih. Terakhir M Indera Kasuma SKM, dengan judul Inovasi Bergerak dalam Peningkatan Derajat Kesehatan Masyarakat di Daerah Rawa wilayah UPT Puskesmas Sapala, Kecamatan Paminggir dengan sasaran Masyarakat wilayah kerja UPT Puskesmas Sapala.

Baca Juga :   10 Persen Generasi Muda di Kalsel Perokok Aktif

Rencananya, lanjut Muslim, inovasi dari lima tenaga kesehatan ini akan dikirim ke pusat untuk dilombakan.

Reporter: Syahri Ramadhan

Editor: Suhaimi Hidayat

Penanggungjawab: M Ridha

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here