Ini Upaya Hindari Praktik Monopoli Lelang Proyek

189

KabarKalimantan, Banjarmasin – DPRD Kalimantan Selatan berharap ke depan tidak ada lagi kriminalisasi dalam pelaksaan jasa konstruksi yang berpotensi meimbulkan kerugian dan terhentinya proyek pembangunan.

Ketua Pansus Jasa Konstruksi DPRD Kalsel  Puar Junaedi mengatakan, tidak boleh ada konstruksi yang berhenti saat pembangunan masih berlangsung. Baik penelitian, penyelidikan hingga penyetopan pelaksanaan proyek oleh aparat penegak hukum.

“Hal itu sesuai dengan UU Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi, yang ditandatangani Presiden Joko Widodo tahun lalu,” kata Puar saat ditemui di Sekertariat DPRD Kalsel, Rabu (1/8/2018).

Puar menambahkan, berdasarkan hasil studi komparasi Pansus yang dibagi menjadi dua tim ke Semarang, Jawa Tengah dan Serang, Banten beberapa waktu lalu, pihaknya menemukan banyak hal yang dapat diterapkan dalam penyelenggaraan jasa konstruksi di provinsi ini. Salah satunya terkait kepemilikan perusahaan peralatan seperti Asphalt Mixing Plant, AMP atau mesin pengaduk semen yang tidak boleh mengikuti lelang atas nama pemilik ataupun perusahaan yang bersangkutan.

Baca Juga :   Wayang Kulit Banjar Masuk Kampus ULM

Langkah ini sebagai upaya untuk menghindari praktik monopoli dalam pelaksanaan lelang, sehingga menciptakan persaingan yang sehat antar pelaku usaha jasa konstuksi, khususnya yang masih tergolong perusahaan kecil.

Seperti diketahui, Pansus Raperda Penyelenggaraan Jasa Konstruksi DPRD Kalimantan Selatan dibagi dalam dua tim, untuk memaksimalkan pembahasan payung hukum yang mendukung keberlangsungan jasa konstruksi. Di mana tim pertama dipimpin Puar Junaedi berangkat ke Semarang Jawa Tengah, sedangkan tim kedua berangkat ke Serang, Banten yang dipimpin M Lutfi Saifuddin yang juga Wakil Ketua Pansus.

Kedua daerah tersebut dipilih karena sudah menerapkan Perda tentang Penyelenggaraan Jasa Konstruksi, yang menjadi panduan DPRD Kalimantan Selatan dalam pembuatan payung hukum tersebut.

M Rizal Khalqi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here