Kam. Jul 16th, 2020

Iwan Rusmali dan Andi Disidang Setelah Vonis Muslih

2 min read

Sidang pembacaan tuntutan terhadap terdakwa Muslih dan Trensis di PN Tipikor Banjarmasin, Kamis (28/12/2017). dokumen Redkal.com

KabarKalimantan, Banjarmasin – Dipastikan persidangan mantan Ketua DPRD Kota Banjarmasin Iwan Rusmali dan Ketua Pansus Penyertaaan Modal PDAM Andi Effendi akan berlangsung satu minggu setelah mantan Direktur PDAM Bandarmasih Muslih divonis.

Untuk diketahui, Ir Muslih akan dijatuhi hukuman pada 30 Januari atau Selasa mendatang sedangkan untuk penetapan sidang pertama Iwan dan Andi dijadwalkan pada 6 Pebruari akan datang.

“Sidangnya perdana sudah dijadwalkan pada Selasa (6/2),” ujar Ketua Panitera Muda Tipikor Banjarmasin Mulyadi kepada sejumlah wartawan, Jumat pagi kemarin.

Mulyadi mengutarakan kalau berkas perkara Iwan dan Andi dia terima pada Kamis (25/1). Dan oleh Ketua PN Banjarmasin telah ditetapkan penahanannya sejak berkas diterima hingga 30 hari kedepan.

“Penetapan penahanan oleh ketua PN untuk 30 hari kedepan. Keduanya dititpkan.di LP Banjarbaru,” katanya.

Sementara untuk majelis akan dipegang oleh majelis hakim yang diketuai Sihat Hamonangan Purba dengan anggota Affandi dan Dana Hanura.

Baca Juga :   Pansel Dirut PDAM Bandarmasih Tuding Ombudsman Tidak Prosedural

Sementara salah satu tim jaksa dari KPK M Asri kemarin nampak mendatangi ruangan Mulyadi. Menurut Asri kedatangannya untuk mengambil penetapan sidang.

Dipastikan lanjut dia, para terdakwa akan berhadapan dengan tim jaksa yang terdiri empat orang diantaranya dari dia sendiri dan Ali Fikri.

Mengenai pasal, Asri mengungkapkan sebagai penerima suap Iwan dan Andi akan dijerat pasal 12 huruf a. Menyinggung pengawalan saat berjalannya sidang, Asri mengatakan sesuai protap pihaknya pasti akan meminta pengamanan. Apalagi inikan ujar dia sidang perdana dan merupakan mantan politisi.

“Mungkin nanti banyak keluarga dan kolega atau bahkan simpatisannya yang ingin melihat secara langsung proses persidangan,” katanya.

Namun apapun, Asri berharap sidang akan berjalan aman dan lancar tanpa ada hambatan sesuatu apapun.

Untuk mengingatkan ketiganya diamankan pada Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan KPK pada September 2017 yang lalu. Ketiganya ditangkap karena diduga telah melakukan suap menyuap senilai Rp 100 juta untuk pemulusan perda penyertaan modal Pemko Banjarmasin untuk PDAM Bandarmasin sebesar Rp 50,7 miliar.

Baca Juga :   PDAM Klarifikasi Soal Pipa yang Belum Dipindah di Jembatan Sungai Gardu I

M SYAHBANDI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | redkal.com by Kabar Kalimantan.