IWO: Ada Saatnya Tidak Perlu Dewan Pers

285

KabarKalimantan, Jakarta– Ketua Umum Ikatan Wartawan Online, Jodi Yudono, tampil kalem ketika berbicara di hadapan puluhan perwakilan IWO provinsi dan kabupaten/kota selepas menutup Musyawarah Besar IWO, Sabtu malam (9/9/2017).

Memakai setelan baju dan celana serba hitam plus topi hitam, Jodi berkeluh-kesah bahwa banyak pihak yang menolak pembentukan IWO.

“IWO masih dianggap comberan. Para jurnalis mapan itu menganggap IWO tak pantas. Kita memang harus sabar dan tabah, itu makin menguatkan kita,” kata Jodi Yudono, seraya menambahkan, “Ada saatnya tidak perlu Dewan Pers lagi, kita doakan cepat masuk museum.”

Jodi pun menyinggung sejumlah media online nasional yang enggan dicatut sebagai peserta Mubes IWO. “Dunia jurnalistik sudah enggak sehat karena banyak intrik, ada media yang melarang wartawannya berorganisasi,” kata Jodi.

Itu sebabnya, Jodi memohon pengurus IWO di daerah berkomitmen membawa organisasi profesi wartawan online itu lebih baik dan profesional. Menurut dia, keberadaan IWO justru memperbaiki peradaban Indonesia. Kementerian Pedagangan sudah tertarik menjajaki kerjasama dengan IWO lewat aplikasi pemberitaan di gawai.

Baca Juga :   Mubes IWO Pertama, Wartawan Kalsel Paling Banyak

Adapun Iskandar Sitorus mengatakan Mubes IWO bertujuan memperkuat organisasi sekaligus mendesak Dewan Pers segera mengesahkan IWO sebagai organisasi profesi, selain PWI, AJI, dan IJTI.

“Target kita mendorong Mas Jodi jadi anggota Dewan Pers. Kalau bisa mendorong kawan kita ke sana,” kata Sitorus.

Redkal.com yang termasuk salah satu anggota IWO Kalimantan Selatan yang berkesempatan mengikuti rangkaian Mubes IWO pertama. Ketua IWO Kalsel, Anang Fadhilah, memimpin langsung 14 orang delegasi wartawan online asal Kalsel ke arena Mubes IWO.

TIM KABARKALIMANTAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here