IWO Dukung Upaya Damai Ulama Sugianor-Kades Kusairi

342
Puluhan warga Lok Buntar, Kecamatan Sungai Tabuk, Banjar mendatangi rumah Ulama Sugianor, Sabtu (21/10/2017). Warga mengacungkan KTP sebagai bentuk dukungan asli warga Lok Buntar. dok Redkal.com

KabarKalimantan, Marabahan – Ikatan Wartawan Online (IWO) Kalimantan Selatan merespons positif upaya damai antara ulama Sugianor dan Kusairi, Kepala Desa Lok Buntar, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar. IWO berkepentingan mengawal polemik itu karena pemberitaan kisruh di antara keduanya cukup viral di linimasa media sosial.

Ketua IWO Kalsel, Anang Fadhilah, mengatakan upaya damai ini sebagai konfirmasi bahwa kisruh Sugianor dan Kusairi sudah tutup buku. Anang meminta publik tidak lagi termakan aneka gosip di media sosial yang justru memperuncing kisruh dan memicu konflik.

“Apalagi pemberitaan di media online sempat viral, artinya publik melihat polemik keduanya sebuah isu pemberitaan yang heboh. Maka itulah, IWO berkepentingan agar media online tidak memancing isu lagi, karena sudah sepakat damai,” ujar Anang Fadhilah di sela pertemuan antara Sugianor dan penasihat hukum Kusairi, Aspihani Ideris di Pawon Tlogo, Senin petang (6/11/2017).

Baca Juga :   Sempat Berkonflik, Ulama Sugianor dan Kades Kusairi Berdamai

Pengacara Kusairi, Aspihani Ideris, menutukan perdamaian itu sebagai momentum saling memaafkan di antara keduanya. Ia menyampaikan permintaan maaf setelah Kusairi berhalangan hadir karena ada tugas yang mesti diselesaikan.

Asal tahu saja, Kusairi seorang Kades Lok Buntar, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, yang konon, sempat marah-marah dan merusak motor milik ulama Sugianor di Kantor Camat Sungai Tabuk pada 17 Oktober lalu.

Menurut Aspihani, Polres Banjar telah menginisiasi upaya damai dan menyudahi polemik ulama Sugianor dan Kusairi.

“Di sana (Polres Banjar) sudah disepakati, tidak ada yang salah, dan tidak ada yang benar. Semua ini miskomunikasi, di sini kami semua mengambi hikmah dari kejadian ini, antara Bang Sugi dan Kades Kusairi,” kata Aspihani Ideris.

Ia menuturkan pelajaran yang mesti dipetik adalah kepala desa harus hati-hati ketika menggunakan Dana Desa dan harus amanah. Selain itu, Aspihani berterima kasih terhadap media sebagai alat kontrol sosial yang gencar memberitakan silang sengkarut surat mandat Sugianor dan penggunaan Dana Desa.

Baca Juga :   Kisruh Ulama Sugianor, Pengacara: Tidak Ada yang Benar

Apalagi, Satgas Dana Desa sempat menelisik ke Kalimantan Selatan pasca mencuat kisruh surat mandat dari Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor kepada Sugianor agar mengawasi Dana Desa lewat dakwah agama. Menurut Aspihani, kehadiran Satgas Dana Desa semestinya jadi momentum bagi kepala desa se-Kalsel agar tidak serampangan menggunakan Dana Desa

“Sehingga jadi viral, sehingga timbul dua bintang di sini, Bang Sugi dan Pembekal Kusairi. Ini secara nasional diketahui publik, tidak menutup kemungkinan Pak Jokowi tahu permasalah ini,” ujar pria yang merangkap seorang dosen hukum di Universitas Islam Kalimantan dan aktivis LSM itu.

Adapun ulama Sugianor menuturkan kisruh antara dirinya dan Kusairi sudah berakhir lewat kesepakatan damai Markas Polres Banjar pada Rabu pekan lalu. Sugianor mengakui persoalan ini karena salah paham alias komunikasi yang tidak tuntas.

“Beliau (Kusairi) khilaf, dan saya memahani atas kekhilafan beliau. Hari ini, intinya, tidak ada yang disalahkan dan tidak ada yang dimaafkan. Artinya, semua itu miskomunikasi. Kita anggap ini sebuah musibah, tidak saling menyalahkan, kita anggap pembelajaran untuk ke depannya,” kata ulama Sugianor.

Baca Juga :   Sempat Berkonflik, Ulama Sugianor dan Kades Kusairi Berdamai

DIANANTA PUTRA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here