Kam. Apr 2nd, 2020

Jaksa KPK Tuntut Iwan dan Andi Dihukum Lima Tahun Kurungan

2 min read

KabarKalimantan, Banjarmasin – Kedua terdakwa kasus suap pengesahan Raperda penyertaan modal PDAM Bandarmasih Iwan Rusmali dan Andi Effendi kembali disidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Banjarmasin, Selasa (27/3/2018).

Dalam sidang lanjutan yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Sihar Hamonangan Purba SH serta dua Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK Asri SH dan Zainal Abidin SH tersebut kini memasuki agenda tuntutan terhadap kedua terdakwa. dalam sidang, berkas tuntutan setebal lebih dari 200 lembar itu dibacakan secara bergantian oleh JPU Asri dan Zainal.

Dalam sidang tersebut, Jaksa Asri menyatakan menuntut hukum pidana penjara kepada Iwan Rusmali dan Andi Effendi selama 5 tahun dan denda masing-masing Rp 250 juta serta masing-masing subsider 6 bulan.

Dalam pertimbangan tuntutan itu, hal yang memberatkan ialah kedua terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam mewujudkan pemerintahan bersih dari korupsi, kolusi, dan nepotisme.

Baca Juga :   Ditangkap KPK, Ini Sepak Terjang Bupati Abdul Latif

“Adapun hal yang meringankan untuk tuntutan ini ialah kedua terdakwa mengakui kesalahan dan perbuatannya serta tidak pernah di hukum,” ujar JPU KPK Asri.

Di sisi-sisi lain, tim kuasa hukum kedua terdakwa meminta kepada majelis hakim untuk dapat memberi waktu 10 hari untuk menyusun pembelaan. Untuk itu, Ketua Majelis Hakim Sihar Hamonangan Purba menetapkan sidang selanjutnya pada 10 April mendatang.

Sementara itu, kronologis tertangkapnya kedua terdakwa bermula pada Senin (11/9/2017), Muslih meminta kepada rekanan PDAM, yakni PT Chindra Santi Pratama (CSP) menyediakan dana sebesar Rp 150 juta yang diserahkan kepada Trensis.

Uang tersebut digunakan untuk memuluskan persetujuan Raperda penyertaan modal Pemkot Banjarmasin sebesar Rp 50,5 miliar kepada PDAM Bandarmasih. Keesokan harinya, Selasa (12/9/2017), Trensis menerima uang tersebut kemudian disimpan di brangkasnya.

Kemudian, pada Jumat (14/9/ 2017) pagi, Muslih memerintahkan Trensis untuk mengambil uang di brangkasnya sebesar Rp 100 juta, lalu meminta Rp 5 juta untuk dirinya sebagai pengganti pemberiannya terdahulu kepada Iwan Rusmali.

Baca Juga :   Korupsi, Ini Tuntutan Penjara Terhadap Muslih dan Trensis

Pada hari itu juga, sekitar pukul 11.00 Wita, Trensis memberikan uang sebesar Rp 45 juta kepada Andi. Pemberian dilakukan di kantor DPRD Kota Banjarmasin. Siang harinya, Andi menemui Trensis di kantor PDAM Bandarmasih untuk mengambil sisa uang yang belum diberikan sebesar Rp 50 juta.

Sekitar pukul 18.50 Wita, tim penyidik KPK mengamankan Trensis di kantor PDAM. Selain itu, KPK juga mengamankan uang senilai Rp 30,8 juta rupiah yang ada di dalam berangkasnya.

Kemudian, tim penyidik KPK mengamankan Muslih di kantor PDAM dan langsung membawanya ke Polda Kalimantan Selatan untuk diperiksa.
Setelah mengamankan Muslih dan Trensis, Tim penyidik KPK menuju kediaman anggota DPRD kota Banjarmasin Achmad Rudiani di Banjarmasin Selatan.

Setelah itu, tim penyidik KPK melanjutkan operasi ke rumah Andi di Banjarmasin Selatan. Sekitar pukul 22.30 Wita, Andi ditangkap dan langsung dibawa ke Polda Kalsel. Terakhir, tim penyidik menyambangi kediaman Iwan untuk melakukan penangkapan. Sekitar pukul 22.30 Wita, Iwan juga dibawa ke Polda Kalimantan Selatan.
SYAHBANDI

Baca Juga :   KPK: Rekanan PDAM Bandarmasih Bisa Dijerat Pidana Korupsi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | redkal.com by Kabar Kalimantan.