Jaksa Minta Noormiliyani Kembalikan Duit Negara

692

KabarKalimantan, Banjarmasin – Kejaksaan Tinggi Kalsel meminta Noormiliyani Aberani Sulaiman  mengembalikan uang negara. Calon bupati terpilih Barito Kuala Normiliyani dipanggil Kejati Kalsel. Mantan Ketua DPRD Kalsel ini diminta keterangan terkait dugaan perjalanan dinas fiktif dan mark up anggaran.

Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalsel Munaji SH menegaskan, Noormiliyani harus mengembalikan uang sebesar Rp 106 juta dari nilai selisih kelebihan anggaran perjalanan dinas.

“Itukan uang negara, ya harus dikembalikan semua nilai kelebihannya,” katanya, Rabu (19/7).

Menurutnya, permintaan pengembalian uang negara tersebut telah disampaikan jaksa penyidik kepada Noormiliyani saat yang bersangkutan menjalani pemeriksaan di Kejati Kalsel pada Rabu siang.

“Pokoknya nilai selisih pembayaran yang diterima anggota dewan dan semua pihak yang ikut menerima anggaran perjalanan dinas harus dikembalikan ke kas negara, termasuk ada sebesar Rp300 juta dari satu orang yang juga belum mengembalikan,” ujarnya.

Munaji menjelaskan, Kejati memang fokus menelisik selisih anggaran dari perbedaan tafsir mengenai kedudukan anggota DPRD Kalsel untuk biaya perjalanan dinas.

Ia menuturkan, dalam Pergub dinyatakan anggota dewan masuk kategori eselon 1, sedangkan menurut surat edaran Mendagri masuk eselon 2.

“Dalam penyelidikan kami juga menemukan ada sekitar 15 orang yang tidak melakukan perjalanan sebagaimana mestinya, mulai dari perjalanan digantikan orang lain yang tidak berhak atau tidak melakukan perjalanan namun dana tetap diambil,” katanya.

 

M. Syahbandi

 

Catatan: Artikel ini sudah terbit di edisi cetak Kabar Kalimantan berjudul: “Kejati Minta Noormiliyani Kembalikan Uang Negara,” pada Kamis (20/7/2017).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here