Jamaah Haji Diminta Tidak Membawa Air Zam-zam Berlebih

871

KabarKalimantan, Banjarbaru – Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Kementerian Agama, Muhajirin, melarang jamaah haji mengisi air Zam-zam ke dalam botol bekas dan memasukkan ke dalam koper bagasi. Menurut dia, Pemerintah Arab Saudi sudah menetapkan setiap jamaah haji maksimal membawa lima liter air Zam-zam.

 

Selain itu, Muhajirin melanjutkan, panitia embarkasi sebaiknya mengingatkan jamaah haji agar mengemas barang bawaan sesuai ketentuan. “Diharapkan tidak ada lagi pembokaran koper bagasi saat melewati mesin pendeteksi (x-ray),” ujar Muhajirin saat pelantikan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji di Asrama Haji Embarkasi Banjarmasin di Banjarbaru, Selasa (11/7/2017).

 

Ia menuturkan segala kelebihan barang bawaan dapat terdeteksi karena membahayakan  penerbangan. Muhajirin cemas terjadi kebocoran air yang memicu korosi badan pesawat. “Bahkan dapat terkena peralatan listrik yang rentan terhadap air,” kata Muhajirin.

 

Menurut dia, jamaah haji kerap mengisi air zam-zam ke dalam botol  lalu dibungkus berlapis-lapis dan dimasukan dalam koper. Cara semacam ini agar terhindar dari mesin pemindai. Padahal, mesin X-ray bisa melacak setiap barang bawaan jamaah haji.

 

“Kalau dulu masih dibongkar untuk dikeluarkan dari koper,kalau sekarang kopernya juga ikut ditinggal,” ia mengingatkan.

 

Berkaca musim haji tahun 2015 lalu, Muhajirin mengatakan petugas Bandara  Jeddah menemukan kurang lebih sebanyak 15 ton air Zam-zam diisi dalam botol bekas. Adapun di tahun 2016, ada kecenderungan jamaah haji mulai menurunkan berat air zam-zam yang dibawa.

 

Muhajirin berharap jamaah haji tidak memasukkan air Zam-zam ke dalam botol bekas dan berlebihan karena memicu bahaya.”Mari kita ambil barokahnya saja dari air zam-zam walaupun cuma sedikit,” katanya.

 

 

Reporter : Syahri Ramadhan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here