Jembatan Ambruk, Bupati Batola Benarkan Milik Ketua Kadin

1548

KabarKalimantan, Marabahan- Bupati Barito Kuala, Hasanuddin Murad, membenarkan sosok Rusman Aji sebagai pengusaha kontraktor yang menggarap proyek jembatan beton penghubung Desa Bangkit Baru – Desa Tanipah, Kecamatan Mandastana, Kabupaten Barito Kuala. Jembatan senilai Rp 17.444.198.000, ini ambruk sekitar pukul 11.30 Wita, Kamis (17/8/2017).

Di kalangan pengusaha lokal, Rusman Aji menjabat Ketua Kadin Barito Kuala periode 2016-2021. Kepada Hasanuddin Murad, KabarKalimantan sempat bertanya apakah Rusman Aji yang menggarap proyek jembatan beton itu. “Ya benar,” demikian konfirmasi Hasanuddin Murad ketika menghubungi KabarKalimantan, Jumat (18/8/2017).

Sumber KabarKalimantan di Gapensi Barito Kuala menguatkan keterangan itu. “Punya Pak Rusman,” kata sumber KabarKalimantan. Adapun Rusman Aji belum bisa dimintai konfirmasi atas kerusakan jembatan. PT Citra Bakumpai Abadi menggarap jembatan pada 2015 dengan nomor kontrak 261/KPA/DPU-BM/2015. “Dananya dari APBN Perubahan, yang cair tahun Januari 2015,” kata Hasanuddin.

Hasanuddin meyakini kontraktor sudah menggarap konstruksi jembatan sesuai spesifikasi proyek yang ditentukan. Ia berasumi konsultan pengawas dan perencana tidak mungkin serampangan ketika menggarap proyek jembatan.

“Proyek jembatan itu resikonya tinggi, pengawasannya sangat ketat,:” ia melanjutkan. Setelah jembatan ambruk, Hasanuddin belum tahu apakah badan jembatan akan direkonstruksi atau membangun badan jembatan baru. Ia masih menunggu hasil kajian investigasi teknis yang bekerja dalam periode 18 Agustus – 17 September 2017.

“Memang rangka baja pasti ada di jembatan, tapi selama ini kami terlalu sederhana bangun jembatan. Ke depan, saya ingin jembatan-jembatan dilengkapi rangka baja di atasnya, jadi ada penahan agar lebih kuat,” kata Hasanuddin Murad.

Ia sudah menerbitkan surat perintah tugas nomor 094/1377/Umum/2017 untuk mengidentifikasi pemicu kerusakan jembatan. Dalam salinan surat itu, Bupati Hasanuddin menugaskan Inspektorat, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, dan bagian hukum Sekretariat Kabupaten Batola.

Hasanuddin akan bersikap netral atas hasil tim investigasi. “Kalau kontraktor salah, ya harus bertanggung jawab. Kalau memang dipicu faktor alam, ya nanti kami lihat lagi,” ujar suami dari Noormiliyani Aberani Sulaiman itu.

Tim KabarKalimantan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here