Jembatan Ambruk, Bupati Batola Bentuk Tim Investigasi

775

KabarKalimantan, Marabahan- Bupati Barito Kuala, Hasanuddin Murad, lekas merespons atas ambruknya badan jembatan beton senilai Rp 17 miliar yang menghubungkan Desa Bangkit Baru dan Desa Tanipah, Kecamatan Mandastana, Kabupaten Barito Kuala. Jembatan senilai Rp 17.444.198.000 ini ambruk sekitar pukul 11.30 Wita, Kamis (17/8/2017).

Hasanuddin Murad sudah membentuk tim investigasi melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat agar mengaudit pengerjaan konstruksi jembatan. Kontraktor PT Citra Bakumpai Abadi menggarap konstruksi jembatan yang dananya berasal dari DAK Tambahan APBN-P 2015 itu. .

“Mereka akan menyurati Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional XI untuk minta bantuan teknis. Tim akan mengkaji apa penyebabnya,” kata Hasanuddin Murad ketika menghubungi KabarKalimantan, Jumat (18/8/2017).

Menurut dia, tim investigasi bekerja mencari data teknis konstruksi dan kedalaman tiang pancang. Dari data sementara, Hasanuddin mengatakan pengerjaan tiang pancang dan badan jembatan sudah sesuai prosedur teknis. “Tiang pancang kan ada di tengah, dalam pelaksanaannya sudah sesuai SOP,” ujar bupati dua periode itu.

Itu sebabnya, Hasanuddin meyakini kontraktor sudah menggarap konstruksi jembatan sesuai spesifikasi proyek yang ditentukan. Ia berasumi konsultan pengawas dan perencana tidak mungkin serampangan ketika menggarap proyek jembatan.

“Proyek jembatan itu resikonya tinggi, pengawasannya sangat ketat,:” ia melanjutkan. Setelah jembatan ambruk, Hasanuddin belum tahu apakah badan jembatan akan direkonstruksi atau membangun badan jembatan baru. Ia masih menunggu hasil kajian investigasi teknis yang bekerja dalam periode 18 Agustus – 17 September 2017.

“Memang rangka baja pasti ada di jembatan, tapi selama ini kami terlalu sederhana bangun jembatan. Ke depan, saya ingin jembatan-jembatan dilengkapi rangka baja di atasnya, jadi ada penahan agar lebih kuat,” kata Hasanuddin Murad.

Ia sudah menerbitkan surat perintah tugas nomor 094/1377/Umum/2017 untuk mengidentifikasi pemicu kerusakan jembatan. Dalam salinan surat itu, Bupati Hasanuddin menugaskan Inspektorat, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, dan bagian hukum Sekretariat Kabupaten Batola.

Hasanuddin akan bersikap netral atas hasil tim investigasi. “Kalau kontraktor salah, ya harus bertanggung jawab. Kalau memang dipicu faktor alam, ya nanti kami lihat lagi,” ujar suami dari Noormiliyani Aberani Sulaiman itu.

Tim KabarKalimantan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here