Sel. Des 1st, 2020

Jembatan Sulawesi II Tak Dibuka, Ini Penjelasan Kadis PUPR Banjarmasin

2 min read

BANJARMASIN, KK – Belum bisa difungsikannya Jembatan Sulawesi II, dekat Masjid Jami Banjarmasin dipertanyakan warga. Sebab jembatan itu sudah selesai awal Januari 2017.

Ilyas, warga yang sering melintas di Jalan Sulawesi untuk berangkat kerja dari kediamannya di Jalan Sultan Adam cukup heran. Karena jembatan tersebut seolah seperti “pajangan” saja. Apalagi pembangunan jembatan sudah menggunakan uang rakyat delapan miliar rupiah.

“Kan awal tahun kemarin dinyatakan selesai, apa lagi yang ditunggu,” ucap Ilyas kepada wartawan Kabar Kalimantan, Rabu (8/2/2017).

Ia menambahkan, adanya jalur baru di bawah Jembatan Sulawesi II, menghubungkan Jalan Antasan Kecil Timur ke Jembatan Sulawesi I alias Jembatan Sulawesi yang lama, sering kali mengagetkan pengendara yang melintas di jembatan.

“Seharusnya jalur di bawah jembatan itu ditutup dulu, sebelum jembatan besar ini dibuka. Saya sering kaget kalau ada pengendara yang tiba-tiba muncul dari bawah jembatan,” imbuhnya.

Menanggapi keluhan masyarakat, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Banjarmasin, Gusti Ridwan Sofyani menyatakan, pihaknya baru saja menyelesaikan pembuatan rambu-rambu yang nantinya akan di pasang di sekitar Jembatan Sulawesi II. “Hari ini atau besok mungkin akan dipasang,” ucapnya saat dikonfirmasi.

Jembatan Sulawesi II belum bisa digunakan karena rambu-rambu belum dipasang. Mengingat proses pembuatannya cukup lama dan menggunakan bahan terbaik. “Menggunakan cat khusus supaya tahan lama, jadi prosesnya lambat,” ucap lelaki yang akrab dipanggil Duwan itu.

Rambu-rambu tersebut nantinya akan difungsikan sebagai pengatur arah jalan, sebab dikatakannya pembagian jalur satu arah akan diberlakukan di atas kedua jembatan. Mengingat, jika tidak dipasang kemungkinan pengendara akan kebingungan nantinya.

Selain pemasangan rambu-rambu. rencananya perbaikan oprit pun masih perlu diperbaiki kembali. Sebab oprit yang ada saat ini dirasa terlalu curam dan ditakutkan nantinya membahayakan pengguna jalan.

Ia mengatakan secepatnya menyelesaikan dalam sepekan ini, agar jembatan yang dikerjakan di 2016 itu bisa segera digunakan. “Mudah-mudahan minggu ini sudah selesai dan segera di buka,” imbuhnya.

Selain itu, di 2017 ini rencananya Pemkot Banjarmasin akan kembali melakukan pembebasan lahan yang di turunan Jembatan Sulawesi II tersebut. Ia berharap itu bisa cepat dilakukan. Sebab saat ini pembuatan oprit tidak bisa dilakukan secara maksimal sesuai dengan ukuran jembatan, karena terhalang bangunan ruko yang belum dibebaskan. bur

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | redkal.com by Kabar Kalimantan.