Jokowi Batasi Ekspor Karet, Harga Pun Meningkat

980

KabarKalimantan, Banjarmasin – Kebijakan Presiden Jokowi membatasi ekspor karet dinilai menguntungkan petani karet di Kalimantan Selatan.

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalimantan Selatan Suparmi mengatakan, saat ini harga karet di Kalsel cenderung terus meningkat. Berdasarkan kualitasnya, harga karet di Kalsel berkisar antara Rp 7.000 hingga Rp 11.000.

Meski demikian, ia berharap harga tersebut bisa terus meningkat. “Kalau bisa tembus sampai Rp 19.000. Itu tugas kami untuk mengembangkan kualitas,” katanya.

Pihaknya pun terus berupaya untuk melakukan upaya-upaya pengembangan usaha para petani karet di Kalsel. Di antaranya dengan peningkatan produksi dan penguatan unit pengolahan dan pemasaran bahan olah karet.

Suparmi mengatakan, meningkatnya harga karet di Kalsel itu tidak lepas dari kebijakan Presiden Joko Widodo yang membatasi ekspor karet. Itu melalui kerjasama tiga negara, Indonesia, Thailand, dan Malaysia. Karet dalam negeri lebih ditingkatkan untuk dimanfaatkan di dalam negeri saja.

Baca Juga :   Jokowi-Amin Menang Versi Hitung Cepat, TMP Kalsel: Masyarakat Harus Terima

Sebagai contoh, Suparmi mengungkapkan, Presiden Joko Widodo saat ini juga sudah menginstruksikan agar seluruh jalan di Indonesia menggunakan aspal dari karet. Petani karet di Kalsel pun menurutnya tidak boleh ketinggalan dalam kontribusi untuk itu.

“Karet di Kalsel sudah diproduksi turun temurun,” ucapnya.

Saat ini, luasan kebun karet di Kalimantan Selatan mencapai 270.000 ha. 90 persen lebih adalah milik rakyat. “Kualitas karet Indonesia adalah yang terbaik di dunia. Salah satunya di Kalsel,” ujar Suparmi.

Reporter: M Ali Nafiah Noor

Editor: Suhaimi Hidayat

Penanggungjawab: Suhaimi Hidayat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here