Rab. Jan 27th, 2021

Jokowi: Pers Penting Bagi Pembangunan Negara

3 min read

AMBON, KK – Acara puncak Hari Pers Nasional 2017 dan HUT ke-72 Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dilaksanakan Kamis (9/2/2017) di Lapangan Polda Maluku. Dihadiri langsung oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.

Kegiatan yang bertemakan “Pers dan Rakyat Maluku Bangkit dari Laut” tersebut dihadiri pula oleh Ketua MPR RI, Ketua DPR RI, para menteri, petinggi negara, Gubernur Maluku, Said Assegaff, Ketua Dewan Pers, Ketua Umum PWI Pusat, tokoh Pers Nasional dan duta-duta besar perwakilan dari negara sahabat.

Presiden Joko Widodo dalam sambutannya menyampaikan, pers sangat penting bagi pembangunan negara. Ia pun mengatakan, saat ini media mainstream sebagai media utama menghadapi tantangan terbesar dengan hadirnya media sosial.

Media tersebut telah menjadi ketergantungan yang luar biasa baik di kalangan masyarakat maupun para pejabat di Indonesia bahkan dunia.

Jokowi menuturkan, semuanya menghadapi keterbukaan tersebut bukan hanya negara Indonesia yang menghadapi fenomena itu tetapi di seluruh dunia.

“Tapi saya yakin meskipun digempur media sosial, media mainstream sebagai media arus utama tidak akan hilang baik radio maupun televisi,” kata Jokowi.

Kemudian Presiden mengungkapkan, media sosial unggul karena kecepatan dan karena nilai aktualitas, sementera media arus utama menonjol karena akurasi dan kedalaman materi-materinya.

Untuk itu, lanjut dia, digitalisasi dan proses komunikasi membuat setiap orang, setiap individu ingin bisa menjadi produsen berita dan semuanya bisa memberitakan apa yang dilihat dan dialami.

Dalam kondisi demikian, ia menegaskan, seharusnya media arus utama mampu meluruskan hal-hal yang bengkok, menjernihkan kekeruhan yang terjadi di media sosial dan tidak lantas ikut larut dan memungut isu-isu yang belum di verifikasi di media sosial sebagai bahan berita.

“Karena sekarang ini kita bisa lihat kalau ada topik di media sosial justru itu yang dipakai untuk berita tanpa adanya verifikasi apakah berita itu benar atau tidak,” katanya.

“Saya berharap peringatan Hari Pers Nasional di Kota Ambon ini dapat memperteguh komitmen kita bersama untuk membangun Indonesia yang harmoni dan mewujudkan ekonomi yang merata bagi seluruh rakyat Indonesia,” pungkasnya.

Terpisah, Sekretaris Diskominfo Kabupaten Kapuas selaku perwakilan Bupati Kapuas mengatakan melalui kegiatan HPN menjadikan pembelajaran dan pembanding bagi PWI Kabupaten Kapuas untuk meneliti kembali bagaimana keadaan PWI Kabupaten Kapuas.

“PWI Kapuas lebih belajar lagi lewat seminar-seminar yang diikuti, supaya informasi dapat lebih berkembang dengan baik dalam mempromosikan wilayah-wilayah yang ada di Kabupaten Kapuas,” katanya.

Secara khusus untuk Dinas Kominfo, ia menuturkan kegiatan yang dihadiri sebagai pengalaman yang dapat diimplementasikan di Kabupaten Kapuas dan lebih maju lagi keberadaannya baik sistem informasi maupun perangkat teknis seperti tower-tower dapat terbangun dengan baik dan lain sebagainya.

Kemudian, Manli berharap kebersamaan antara pemerintah daerah dan PWI Kapuas lebih ditingkatkan untuk kemajuan Kabupaten Kapuas.

Sementara itu, Ketua PWI Kapuas Sri Hayati ketika ditemui mengatakan HPN tentu merupakan agenda yang sangat penting dan agenda wajib bagi para wartawan khususnya pengurus PWI dari seluruh Indonesia.

Diungkapkannya, kegiatan HPN ini merupakan ajang insan pers dari seluruh Indonesia untuk saling bersilaturahmi, juga bertemu dengan para tokoh pers nasional serta petinggi negara. Kegiatan ini juga sebagai ajang bagi insan pers untuk memperluas kajian dan ilmu jurnalistik serta sebagai sarana mengeluarkan gagasan maupun mendapatkan terobosan baru terkait keberadaan pers sebagai ujung tombak kemajuan negara.

Untuk itu, Sri berharap ke depannya dengan adanya kegiatan HPN salah satunya Konferensi Kerja Nasional Pengurus PWI, akan memunculkan ide-ide dan terobosan yang baru. Terobosan baru ini lah yang akan diterapkan di daerah, dengan harapan dapat membangun keberadaan pers yang lebih baik sehingga tercipta wartawan-wartawan yang semakin profesional di daerah.

“Program kerja baru yang dihasilkan dari rapat kerja, tentu bertujuan untuk kemajuan dunia jurnalistik di seluruh Indonesia. Tujuan akhir tentu keberadaan pers sebagai media informasi penyejuk dan sebagai ujung tombak kemajuan pembangunan daerah secara khusus Kabupaten Kapuas,” ujarnya. acc

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | redkal.com by Kabar Kalimantan.