Kadar Garam Air Sungai Martapura Melebihi Batas Normal

656

KabarKalimantan, Banjarmasin – Kandungan kadar garam air Sungai Martapura sudah mencapai 577 miligram per liter. Angka tersebut sudah dua kali lipat lebih tinggi dari batasan syarat untuk diolah menjadi air minum.

Berdasarkan Peraturan Kementerian Kesehatan RI Nomor 492/Menkes/PER/IV/2010, syarat kadar garam dalam air untuk diolah menjadi air minum maksimal 250 miligram per liter.

Artinya, PDAM Bandarmasih perlu was-was dan berhati-hati dalam pengolahan air baku, khususnya air yang diambil dari intake Sungai Bilu. Pasalnya, salah-salah jika terjadi kelalaian bisa saja mengancam keselamatan para konsumen.

Hal itu tentu saja tidak diinginkan Supian, selaku Direktur Operasional PDAM Bandarmasih. Saat ini PDAM tengah sibuk mencari solusi agar air yang didistribusikan ke pelanggan tetap aman dikonsumsi dan debit yang dialirkan tidak berkurang.

“Jadi untuk sementara intake Sungai Bilu tidak digunakan secara full. Digunakannya jam-jaman saja. Kalau tinggi sekali kadar garamnya terpaksa kami matikan,” ucapnya, Senin (27/8/2018).

Baca Juga :   Pasar Ramadhan di RTH Kamboja, 160 Stand Pedagang Disiapkan

Selain itu, untuk mengurangi kadar garam dalam air baku PDAM Banjarmasin terpaksa melakukan teknik pencampuran air baku dari dua sumber. Dimana air dari IPA A Yani dicampur dengan air baku dari Boster Pramuka yang diambil dari intake Sungai Tabuk dan irigasi Pematang Panjang sehingga suplai air baku terbagi menjadi dua.

“Ini salah satu antisipasi. Air baku dari Sungai Tabuk dengan irigasi Pematang Panjang masih mencukupi. Asal jangan air di Pematang Panjang surut. Kalau masih ada masih bisa diatasi,” jelasnya.

Dia berharap, hujan lebat bisa terjadi di daerah pegunungan bagian hulu sungai. Agar bisa mendorong air laut keluar. Sebab tambahnya, kendati beberapa hari terakhir Banjarmasin diguyur hujan namun tidak akan terlalu berpengaruh dengan kondisi air sungai.

“Kalau hujan di Banjarmasin paling perubahan rasa. Kalau penurunan kadar garam tidak terlalu berdampak secara signifikan. Yang diharapkan hujan di daerah pegunungan,” ungkapnya.

Baca Juga :   Predikat SAKIP Pemkot Banjarmasin Naik Dari B Menjadi BB

Naiknya kadar garam dalam air sungai akibat intrusi air laut yang terjadi akhir-akhir ini. Mengingat, saat ini sudah memasuki musim kemarau. Alhasil air laut memasuki sungai.

M Syahbani

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here