Kajari Kotabaru: Video Jaksa Terima Suap dari HRS itu Hoax

2 min read
34

KabarKalimantan, Kotabaru – Baru-baru ini, beredar video penangkapan terhadap seorang jaksa dikarenakan menerima suap atas kasus Habib Rizieq Sihab (HRS).

Terkait video viral tersebut, Pusat Penerangan Hukum (Puspenkum) Kejaksaan Agung melalui Kejaksaan Negeri Kabupaten Kotabaru memberikan klarifikasi dan penjelasan.

Kepala Kejari Kotabaru Andi Irfan Syafruddin melalui Pasi Intelijen Dwi Hadi Purnomo ketika dikonfirmasi Senin (22/3/2021) menegaskan, video yang tersebar itu adalah tidak benar alias hoax.

Baca Juga :   Langkah Penting untuk Pendidikan Usia Dini di Kotabaru

Berdasarkan klarifikasi dari Kapuspenkum Kejaksaan Agung Leonard Eben Ezer Simanjuntak SH MH, berita yang sebenarnya ialah penangkapan seorang jaksa berinisial AF terkait korupsi penjualan tanah kas desa di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur yang terjadi tahun 2016 lalu.

“Jadi bukan penangkapan seorang jaksa karena kasus suap HRS. Itu hoax, dan tidak ada kaitan dan hubungannya dengan kasus HRS yang saat ini masih disidangkan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur,” tegas Dwi.

Baca Juga :   Kunjungan Kerja ke Pulau Kerayaan, Bupati Kotabaru Serap Aspirasi Warga

Sementara yang memberi penjelasan dalam video yang beredar itu, lanjut Dwi, adalah Yulianto SH MH yang saat ini menjabat Kepala Kejaksaan Tinggi di NTT.

Untuk itu, Dwi mengajak kepada masyarakat khususnya di Kabupaten Kotabaru untuk tidak terprovokasi dengan video hoax tersebut serta tidak ikut menyebarluaskan video yang kini sudah beredar luas di masyarakat.

Baca Juga :   Fatma Idiana: Tingkatkan Kinerja PKK agar Selaras dengan Program Pemerintah

“Jika ikut membuat berita yang tidak benar atau turut menyebarluaskan video hoax bisa melanggar UU ITE khususnya pasal 45A ayat 1, ancaman pidananya penjara 6 tahun dan denda maksimal 1 miliar,” pungkas Dwi.

Reporter: Ardiansyah

Editor: Suhaimi Hidayat

Penanggungjawab: M Ridha

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *