Jum. Feb 28th, 2020

Kaji Penyebab Banjir, Pemprov Kalsel akan Terjun ke Lokasi

3 min read

KabarKalimantan, Banjarbaru – 121 kali bencana banjir terjadi di sembilan kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Selatan. Kondisi ini membuat Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melakukan rapat terpadu dan siap turun langsung ke lokasi.

Sembilan kabupaten/kota yang terdampak banjir dari rekapan BPBD Kalsel sejak 1 Januari-10 Februari tercatat, banjir terparah terjadi di Kabupaten Tabalong dengan jumlah 69 titik banjir, dan terparah kedua di Kabupaten Tanah Bumbu. Selanjutnya ada 10 kejadian di Balangan, 9 kejadian di Banjarbaru, 6 kejadian di Banjar, HSU 5 kejadian, Tanah Laut 3 kejadian dan HSS dengan 1 kejadian.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalimantan Selatan Roy Rizali Anwar mengatakan, dalam hasil rapat yang dilakukan dibentuk tim khusus dari PUPR, Bappeda, Dishut, BPBD, dan BWS serta dinas terkait lainnya mulai mengatur jadwal untuk bersama-sama ke lokasi yang terkena dampak bencana banjir, untuk melakukan survei pendahuluan untuk mengetahui penyebab banjir, penanganan jangka pendek dan jangka panjang bencana banjir.

“Perlu dikaji lagi DAS-DAS di WS Barito mengenai kontribusinya terhadap banjir yang ada, apakah karena pertambangan, salah pengelolaan DAS dan lain-lain. Dan akan dilakukan evaluasi terhadap kajian-kajian tersebut,” kata Roy di Aula Kantor PUPR Kalsel, Banjarbaru, Selasa (11/2/2020).

Roy menambahkan, sebagai tahap penanganan banjir akan dilakukan penambahan sungai yang ada dengan pengerukan, penggalian maupun pembuatan tanggul dan perbaikan sungai dengan perkuatan tebing dan krib/gryone pada sungai Balangan, Tabalong, Nagara serta anak sungainya.

Selain itu, lanjutnya, akan ada pengalihan debit banjir sungai Balangan melalui saluran banjir Kandang Jaya dan pengalihan debit banjir sungai tabalong melalui saluran banjir sungai pamintangan serta normalisasi. Realisasi pembuatan waduk/bendungan di bagian hulu sungai Balangan dan sungai Tabalong untuk memperkecil debit banjir yang akan mengalir ke hilirnya.

“Kita juga akan melakukan upaya-upaya ke arah konservasi lahan DAS yang memiliki catment area sebagai penyumbang yang cukup besar terjadinya aliran permukaan pada saat curah hujan tinggi,” ucapnya.

Disamping itu, tambahnya, pihaknya juga akan melakukan penanganan banjir di kabupaten-kabupaten seperti penanganan banjir di HSS, akan dilakukan pembangunan tanggul penahan banjir dan longsoran sungai amandit. Penanganan banjir Martapura, dilakukan normalisasi saluran handil jepang yang akan menerima kiriman air dari kota Martapura. Rencana pembangunan bendungan riam kiwa. Penanganan banjir di Kota Banjarbaru dengan menambah jumlah embung. “Sehingga semakin banyak wadah tampungan air,” ucapnya.

Membuat check dam di daerah Gunung Kupang yang berfungsi mengendalikan sedimen dan aliran permukaan dari Gunung Kupang. Melakukan normalisasi sungai untuk memperlancar aliran, dari sungai Kuranji – Basung – Ujung Murung – Pumpung – Sei Tiung – Tempurau dan Dadap – Parit Besar dan melakukan normalisasi embung yang sudah dibangun untuk mengembalikan kapasitas volume tampung embung.

Sedangkan untuk penanganan banjir Barabai, rencananya akan menormalisasi kanal banjir Barabai, kanal banjir pertama (eksisting) pintu intakernya di desa pagat dimana saluran banjirnya melewati pasar pantai hambawang. Kanal banjir kedua akan dibuat dengan membuka saluran baru sebelum kota barabai.

“Untuk tahun 2020 BWS Kalimantan II mengalokasikan dana 30 milyar. Untuk tahun depan BWS Kalimantan II rencanya akan mengalokasikan dana sebesar 350 milyar dengan system multi years,” kata Roy.

Ia menambahkan akan disiapkan anggaran untuk penanganan banjir, baik dari APBN maupun APBD (Provinsi dan Kabupaten).

Selain itu, terkait kerusakan infrastrultur yang diakibatkan oleh banjir. Ia masih melakukan pendataan dari kabupaten/kota. Informasi yang ia terima dari balai ada bantuan penanganan darurat tebing-tebing longsor seperti bronjong sudah disiapkan oleh balai. “Silakan kabupaten/kota yang membutuhkan menyiapkan armada untuk mengangkut dan tenaga melakukan pemasangan dilapangan. Sedangkan untuk alokasi pasca bencana nanti dari BPBD,” ujarnya.

Roy menambahkan, nanti jika ada penanganan darurat kita ada dana untuk penanganan pemeliharaan jalan. “Jika itu dibutuhkan kami akan turun untuk menanganinya, disamping itu juga kalau itu kewenangan balai, kita akan berkoordinasi dengan balai jalan atau balai sungai,” pungkasnya.

Reporter: Syahri Ramadhan

Editor: Suhaimi Hidayat

Penanggungjawab: M Ridha

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | redkal.com by Kabar Kalimantan.