Kalsel Dorong Kabupaten/Kota Kembangkan Pariwisata MICE

786
Kepala Dinas Pariwisata Kalsel, Heriansyah saat membuka pertemuan dengan pelaku usaha dan instansi pariwisata dari 13 kabupaten/kota, Selasa malam (10/10/2017). Foto: MCKalsel

KabarKalimantan, Banjarmasin – Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan mendorong 13 kabupaten/kota serius mengembangkan potensi pariwisata Meetings, Incentives, Conferencing, Exhibition (MICE). Selain lewat atraksi budaya dan destinasi wisata, daerah mesti giat menggencarkan konsep MICE untuk menopang perekonomian daerah.

Kepala Dinas Pariwisata Kalsel, Heriansyah, mengatakan MICE bertujuan mempromosikan potensi pariwisata daerah yang dikemas dalam pertemuan tingkat nasional, insentif jasa kepariwisataan, dan pameran skala nasional. Menurut dia, Kalsel pernah ketempatan agenda MICE skala nasional, seperti Festival Anak Soleh Indonesia dan Kalsel Expo .

Selain itu, Heriansyah mengatakan, Kalsel akan menjadi tuan rumah Kongres Sungai Indonesia ke-III yang dijadwalkan pada 1-4 November 2017 di Banjarmasin. Menurut dia, daerah dituntut siap menghandel kepariwisataan dalam bentuk MICE di tengah perkembangan zaman.

“Maka, kami kumpulkan PHRI, pelaku usaha transportasi, dan akomodasi, harus siap mendukung MICE,” kata Heriansyah saat membuka workshop Peningkatan Promosi Pariwisata Melalui MICE Tahun 2017 di Hotel Royal Jelita, Banjarmasin, Selasa malam (10/10/2017).

Baca Juga :   Sinergitas dan Kolaborasi Meningkatkan Pariwisata Kalimantan Selatan

Heriansyah optimis MICE bisa menarik pelancong dan menggerakkan perekonomian lokal yang berujung pada kesejahteraan masyarakat. Alhasil, pergerakan positif ini diharapkan mendongkrak realisasi pendapatan asli daerah.

Tapi, ia mengakui baru Kota Banjarmasin dan Banjarbaru yang paling siap menggelar MICE tingkat regional karena infrastruktur sudah lengkap, seperti hotel, ruang pertemuan, dan akomodasi penunjang. Heriansyah mengatakan Kalimantan Selatan siap menyelenggarakan MICE skala regional.

“Tapi tingkat internasional belum. Karena kami punya ruangan-ruangan representative belum. Yang besar-besar masih di hotel besar, di kabupaten lain malah susah. Misal di Tanah Bumbu, dalam hal penginapan, masih memakai rumah masyarakat,” Heriansyah berujar.

Kepala Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata, H. Muhammad, mengakui mayoritas kabupaten di Kalimantan Selatan, belum siap menyelenggarakan MICE skala nasional. Menurut dia, Kota Banjarmasin dan Banjarbaru yang paling siap menggelar MICE dari 13 kabupaten/kota se-Kalsel.

Baca Juga :   Paman Birin : Wisata Kalsel Ibarat Sehelai Kain dari Surga

Walaupun Banjarmasin tidak termasuk 13 kota utama dan potensi MICE di Indonesia, Muhammad yakin ada potensi MICE yang patut dikembangkan di Kota Seribu Sungai—sebutan Kota Banjarmasin. Ia mencontohkan momen Porprov Kalsel ke-X di Kabupaten Tabalong cukup manjur menggerakkan perekonomian lokal, mulai perhotelan, kuliner, jasa transportasi, dan sektor lainnya.

“MICE sebagai alternatif daya tarik pariwisata Kalsel, karena keberadaan orang banyak dari luar daerah bisa menggerakkan segala potensi ekonomi lokal, seperti hotel, kuliner, dan oleh-oleh,” ujar Muhammad.

Adapun peserta workshop terdiri dari perwakilan pelaku usaha dan instansi pariwisata 13 kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan. Acara digelar pada 10-11 Oktober 2017. Lewat agenda semacam ini, Pemprov Kalsel berharap kabupaten/kota bisa memanfaatkan MICE untuk menarik pelancong ke daerah.

DIANANTA PUTRA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here