Kam. Apr 2nd, 2020

KAMMI Suarakan Penolakan Kenaikan BBM

2 min read

KabarKalimantan, Banjarmasin – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) memantik reaksi mahasiswa yang tergabung dalam Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Kalsel, Jumat (6/7/2018).

Berangkat dari Gedung Sultan Suriansyah, Jalan H hasan Basry, Kayutangi, puluhan mahasiswa tersebut bergerak menuju Gedung DPRD Kalsel di Jalan Lambung Mangkurat sembari menyuarakan penolakan terhadap kenaikan BBM tersebut.

Dalam orasinya, para mahasiswa tersebut mengecam tindakan pemerintah yang menaikkan BBM secara diam-diam tanpa menyosialisasikannya kepada masyarakat.

“Kami sangat menyayangkan kenaikan BBM tanpa dilakukan sosialisasi sebelumnya,” kata Ketua Umum KAMMI Kalsel Muhammad Alfiansyah di depan Gedung DPRD Kalsel.

Dalam orasinya, Alfiansyah juga menyuarakan beberapa tuntutan dalam merespon kenaikan BBM nonsubsidi. Pertama, ia mengecam kebijakan pemerintah yang diam-diam menaikkan BBM tanpa sosialisasi terlebih dulu.

Kemudian ia mendesak pemerintah dapat menjamin ketersediaan BBM bersubsidi di seluruh SPBU pelosok daerah dan mengecam tindakan Presiden Joko Widodo yang tidak tampil saat kenaikan harga BBM, namun justru sibuk pencitraan politik.

Baca Juga :   Anggota DPRD Kalsel Dapat Tolak Angin dan Korek Kuping dari Mahasiswa

Namun sayang, orasi lantang yang disuarakan puluhan mahasiswa tersebut hanya didengar Kabag Persidangan Sekretariat DPRD Kalsel M Zaini dan sejumlah polisi yang melakukan penjagaan. Pasalnya, para wakil rakyat yang harusnya mendengarkan jeritan rakyat sedang tak ada di tempat.

Merasa kecewa tidak bertemu dengan para anggota dewan, puluhan mahasiswa tersebut mengancam akan kembali melaksamakan demo saat rapat paripurna pada Senin (9/7/2018) mendatang.

Untuk diketahui, pemerintah pusat menaikkan BBM nonsubsidi per 1 Juli 2018. harga BBM jenis Pertamax yang semula Rp 8.900 naik menjadi Rp 9.700 per liter, Dexlite dari harga Rp 8.250 menjadi Rp 9.200 per liter, Pertalite Rp 8.000, Dex Rp 10.750, Solar nonsubsidi Rp 8.150, dan minyak tanah nonsubsidi Rp 11.660.

M Rizal Khalqi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | redkal.com by Kabar Kalimantan.