Kapolda Kalsel: Kasus Jembatan Mandastana ke Penyidikan

289
Polisi memeriksa kontruksi jembatan Mandastana yang ambruk pada 17 Agustus 2017. Istimewa

KabarKalimantan, Banjarmasin – Kasus ambruknya Jembatan Mandastana yang ditangani pihak Ditreskrimsus Polda Kalsel telah memasuki tahap penyidikan.

Hal tersebut dikatakan Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Kapolda Kalsel) Brigjend Pol Drs Rachmat Mulyana didampingi Direktur Reskrimsus Kombes Pol Rizal Irawan, Jumat (19/1) siang.

“Untuk kasus jembatan Mandastana status penanganannya sudah ditingkatkan ke penyidikan,”ucap Rachmat. Menurut perwira tinggi bintang satu ini, hasil penyelidikan menemukan adanya unsur melawan hukum dan alat bukti.

“Walaupun sudah ditingkatkan ke penyidikan namun untuk tersangkanya masih belum ada, karena kasus tersebut masih diperlu pengkajian dan pendalaman,” katanya.

Pendalaman dan kajian yang dimaksud yang masih terus melakukan bukti-bukti dan data, baik itu dari ahli maupun pihak BPKP.

“Kerugian negara masih belum ada karena harus dikoordinasikan dengan BPKP maupun dari pihak PU,” ungkap Kapolda.

Sebelumnya diberitakan proses penyelidikan runtuhnya jembatan masih berlangsung. Subdit III Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Kalimantan Selatan berkonsultasi ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait penyelidikan runtuhnya jembatan tersebut.

Baca Juga :   Puluhan Kendaran Bermotor Terjaring Razia Dalam Penertiban Gabungan Satlantas Batola

Koordinasi dengan KPK terkait saksi ahli diperlukan, selain itu masalah anggaran di Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) yang telah habis.

Sebab menurut Direktur Reskrimsus Polda Kalsel Kombes Pol Rizal Irawan penyelidikan yang pihaknya lakukan agak terhambat lantaran anggaran di BPKP tahun ini telah habis untuk audit investigasi.

Pihaknya berharap ada anggaran di KPK yang bisa membantu. Namun jika di KPK juga tidak ada, maka bisa dipakai anggaran tahun 2018.

Sementara dalam proses pengungkapan ada tidaknya unsur pidana dalam peristiwa runtuhnya Jembatan Mandastana, Rizal memastikan progress-nya terus berjalan.

“Kalau sebelumnya kita sudah meminta keterangan ahli untuk teknis jembatan, maka terakhir kita meminta saksi ahli pidana. Jadi nanti kita sandingkan antara ahli teknis dan pidana itu untuk penentuan apakah kasusnya bisa ditingkatkan ke penyidikan atau tidak,” ujarnya.

Baca Juga :   Rutan Marabahan Perlu Perhatian Pemerintah Pusat

Jembatan senilai Rp 17,4 miliar yang menghubungkan Desa Bangkit Baru dan Tanipah, Kecamatan Mandastana, Kabupaten Batola, itu runtuh pada Kamis (17/08/2017) sekitar pukul 11.30 Wita. Padahal, jembatan tersebut baru 1,5 tahun selesai dibangun.

Diduga jembatan yang runtuh dan patah di bagian tengah itu akibat tiang penyangga jembatan amblas. Untungnya dalam peristiwa tersebut tidak ada korban jiwa.

Pembangunan jembatan yang bersumber dari dana DAK tambahan APBN Perubahan Tahun Anggaran 2015 senilai Rp17.444.198 ini, dikerjakan PT Citra Bakumpai Abadi.

Dikerjakan pada pertengahan 2015 dan selesai atau serah terima pekerjaan di bulan Pebruari 2016. Jadi umur jembatan sekitar 1,5 tahun.

M SYAHBANDI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here