Kapolres Bantah Kematian Salah Satu Wartawan di Kotabaru Disebabkan Adanya Tindak Kekerasan

122

KabarKalimantan, Kotabaru – Kapolres Kotabaru AKNP Suhasto S Ik angkat bicara terkait meninggalnya salah satu wartawan Sinar Pagi Baru di Kabupaten Kotabaru beberapa waktu lalu.

AKBP Suhatso dalam jumpa pers bersama awak media, Selasa (12/6/2018) mengungkapkan, kronologis meninggalnya salah seorang wartawan di Bumi Saijaan itu bukan disebabkan oleh dugaan adanya tindak kekerasan.

“Setelah dilakukan penyidikan oleh jajaran kami, M Yusuf meninggal saat dilarikan ke RSUD Kotabaru. Dari rekam medik juga tercatat beberapa penyakit yang diidapnya, yaitu infeksi paru-paru dan juga asma,” ucap Suhasto.

Suhatso menjelaskan, sebelum meninggal dunia, Yusuf sempat mengeluhkan rasa sakit pada bagian dada diikuti sesak nafas dan muntah-muntah.  Pihak lapas pun dengan segera ke RSUD Kotabaru. Tapi, nyawanya tidak tertolong. Yusuf dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 14.30 Wita.

Wartawan yang menjadi koresponden salah satu media itu menghembuskan nafas terakhir setelah berapa hari mendekam di Lapas Kotabaru sebagai tahanan titipan Kejaksaan Negeri Kotabaru. “Besok, kami bersama Polda Kalsel akan menindaklanjuti bagaimana kronologis meninggalnya wartawan tersebut. Semua akan dikupas tuntas,” tegas Suhatso.

Baca Juga :   Oknum ASN Kotabaru Diduga Menggelapkan Mobil Sewaan

Sementara itu, Dokter Umum RSUD Kotabaru dr Arul Rahman membenarkan, Yusuf yang dilarikan ke rumah sakit sekitar pukul 14.00 Wita memang benar sudah tidak ada denyut nadi dan sebelumnya pun telah dilakuakn pertolongan Resusitasi Jantung Paru (RJP), namun tidak membuahkan hasil.

“Yusuf dinyatakan meninggal dunia pukul 14.30 Wita. Pihak kami belum bisa secara pasti menyebutkan apa yang menyebabkan kematiannya. Hasil visum pun menyatakan tidak ada kekerasan kepada wartawan itu,” katanya.

Smara Aqdimul Azmi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here