Sel. Jan 19th, 2021

Kapolres Pulpis Klarifikasi Soal Kenaikan Pajak Kendaraan

1 min read

PULANG PISAU, KK – Terbitnya PP Nomor 60/2016 tentang perubahan tarif PNBP menimbulkan keresahan masyarakat, khususnya di Kabupaten Pulang Pisau (Pulpis), Jumat (6/1/2017).

Parahnya perubahan tarif ini dipahami keliru oleh masyarakat, mereka mengira harus bayar pajak dua sampai tiga kali lipat dari yang biasa mereka bayar setiap tahunnya.

Kapolres Pulang Pisau, AKBP Budi Satria Nasution menerangkan yang sebenarnya. Terbitnya PP tidak lantas membuat masyarakat membayar pajak sebesar dua sampai tiga kali lipat dari biasa.

“Sangat jelas bukan pajak kendaraan yang naik. Sebenarnya, infografik yang diterbitkan oleh kepolisian sudah sangat jelas menyebutkan apa saja tarif yang naik, namun info itu masih membingungkan bagi sebagian orang,” ujarnya kepada Kabar Kalimantan.

Untuk memudahkan memahami berapa kenaikan biaya yang harus dibayar, ia mengajak masyarakat untuk membuka Surat Tanda Nomor Kendaraan dan Surat Ketetapan Pajak Daerah yang dimiliki.

Sebenarnya harus dibayar, lanjutnya, terdiri dari Biaya Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN-KB), Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), SWDKLLJ (Asuransi Jasa Raharja), biaya administrasi STNK dan TNBK.

“Dari lima di atas, kita akan bandingkan dengan yang ada dalam PP 60/2016. Maka pajak kendaraan bermotor tak ada kenaikan,” tegas dia.

Dari penjelasan tersebut, menunjukkan kenaikan yang harus ditanggung adalah bagian biaya administrasi STNK dan TNBK,” ucap Budi. rud

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | redkal.com by Kabar Kalimantan.