Kasasi Ditolak MA, Bekas Bendahara BNN Balangan Dibui

721
Kejari Balangan menahan Ali Rahman, Rabu (29/11/2017). Redkal.com/ Hidayatullah

KabarKalimanran, Paringin– Ali Rahman mantan pejabat penerima hasil pekerjaan pada Badan Narkotika Nasional (BNN) Balangan, Rabu (29/11/2017) siang ditahan pihak Kejaksaan Negeri Balangan.
Ali Rahman terseret kasus korupsi penyelewengan anggaran program pencegahan pemberantasan narkoba (P4GN) dalam kegiatan tes urien di lingkungan sekolah, pemerintah dan swasta TA 2012 lalu, yang juga menyeret beberapa nama lainnya.

Ali Rahman tiba di kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Balangan, tidak didampingi pengacaranya. Ia langsung masuk ke ruangan Pidana Khusus (Pidsus) Kejari untuk menjalani proses administrasi dan pemeriksaan kesehatan.

Sekitar pukul 14.19 Wita, Ali Rahman terlihat ke luar mengenakan rompi warna oranye dan bergegas masuk ke dalam mobil tahanan.

“Eksekusi hari ini berdasarkan putusan kasasi MA,” ujar Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Balangan, Herry Wahyudhi SH saat membawa Ali Rahman Kemobil Tahanan.

Baca Juga :   BNN Balangan Usahakan Rehabilitasi Pecandu Narkoba

Herry mengutarakan bahwa Sebelumnya Ali Rahman tahanan kota karena usai putusan di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Banjarmasin, Selasa (12/5/2015) lalu dituntut 1 tahun 9 bulan dengan denda Rp 50 juta subsider 3 bulan penjara oleh Jaksa Gusti MK Alamsyah, dia mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung.

Akhinya putusan MA keluar yang menolak kasasi tersebut dan Ali Rahman ditahan, Putusan MA yang menolak kasasi Ali Rahman bernomor 341 K/Pid.Sus/2015 tanggal 18 Maret 2015.

Dalam putusan MA, Ali Rahman dijatuhi pidana penjara selama satu tahun sembilan bulan, plus uang pengganti senilai Rp 50.000.000, subsider tiga bulan. Sesuai apa yang pernah dituntutkan oleh Jaksa Gusti MK Alamsyah pada sidang di Pengadilan Tipikor sebelumnya.

Penegak hukum juga menyita barang bukti diantaranya berupa fotocopy surat pertanggungjawaban (SPJ) kegiatan hari hari besar nasional (HANI) tahun 2010, antara lain, laporan pertanggungjawaban bendahara pengeluaran (SPJ) belanja administrasi, laporan pertanggungjawaban bendahara pengeluaran (SPJ) belanja fungsional dan buku rekapitulasi pengeluaran perincian objek Fasilitasi kegiatan HANI tentang honorarium panitia pelaksana kegiatan.

Baca Juga :   Kejati Kalsel Periksa Kejari Balangan, Ada Apa Ya?

Diketahui, dalam kasus ini turut menyeret nama Kepala BNN Balangan Ahmad suhaili selaku kuasa pengguna anggaran (KPA), Ahmad Khariadi (PNS) serta Malina Yuli, Direktur CV Queen Seba Balangan, yang kesemuanya sudah menjalani hukuman. Dalam kasus korupsi ini negara mengalami kerugian berkisaran ratusan juta rupiah.

F. M HIDAYATULLAH

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here