Keberatan Jadi Jalur Alternatif, Warga Tutup Jalan Simpang Adhyaksa

1214
Gerbang Jalan Simpang Adhiyaksa ditutup.

KabarKalimantan, Banjarmasin – Sejak pemberlakukan sistem satu arah di Jalan Cemara Ujung, Jalan Simpang Adhyaksa menjadi jalur alternatif, khususnya bagi pengendara roda dua.

Pengendara dari Handil Bakti yang ingin ke Banjarmasin biasanya menggunakan jalur itu untuk potong kompas, agar tak perlu memutar ke perempatan Cemara Raya.

Selain itu, jalur ini juga berfungsi sebagai pengurai kepadatan lalu lintas. Terlebih saat jam-jam sibuk, seperti pagi hari.

Rupanya, warga sekitar Jalan Simpang Adhyaksa merasa tak nyaman dengan alih fungsi jalan tersebut sebagai jalur alternatif.

Banyaknya kendaraan melintas membuat mereka merasa terganggu. Akhirnya, warga memutuskan untuk menutup jalur tersebut.

Senin (8/7/2019) pagi, portal di depan gerbang Jalan Simpang Adhyaksa diturunkan. Portal itu diikat rantai kemudian di gembok. Disana juga dipasang tanda larangan masuk.

“Warga disini terganggu. Susah keluar garasi, apalagi pernah kejadian mobil keserempet, makanya ditutup,” ucap salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Warga ini juga mengaku, saat simulasi, jalan tersebut bukan digunakan jalur alternatif. Pengendara hanya boleh masuk dari Jalan Adhyaksa, bukan Cemara Ujung.

“Saat simulasi juga jalan ini ga dibuka. Ada undang-undangnya, kalau jalan komplek boleh ditutup,” ujarnya.

Saat dimintai tanggapan, Kepala Dishub Banjarmasin, Ichwan Noor Chalik menyayangkan atas penutupan jalan tersebut. Ichwan menilai, tindakan warga itu terlalu berlebihan.

“Ga boleh ditutup. Itu kan jalan umum. Mereka berlebihan, menganggap jalan itu terlalu eksklusif,” imbuhnya, Selasa (9/7/2019).

Ichwan mengatakan, jalan itu memang digunakan untuk jalur alternatif bagi pengendara dari arah Cemara Ujung. “Itu kan simulasi, tapi praktik di lapangan beda. Makanya kami fasilitasi dengan memasang separator,” jelasnya.

Pemasangan separator itu lanjut Ichwan, berfungsi sebagai pembatas agar mobil tak bisa menggunakan jalur tersebut. “Hanya roda dua saja yang bisa masuk. Sedang mobil tetap harus muter,” imbuhnya.

Selain itu, Ichwan tak membenarkan pendapat warga, yang mengatakan bahwa Jalan Simpang Adhyaksa merupakan jalan permukiman. Sehingga boleh ditutup. Dia menekankan bahwa,  itu merupakan jalan umum yang bisa diakses bagi kepentingan publik.

“Masyarakat di sana tak mengerti, itu jalan kota. Tak boleh nutup-nutup sembarangan. Langkah itu bahaya, sebab sudah melanggar undang-undang,” katanya.

Lantas apakah Dishub akan membuka jalan itu? Ichwan menjawab itu tak bisa dilakukan, mengingat bukan kewenangan Dishub. Yang bisa dilakukan saat ini hanya mengangkat separator yang sudah dipasang.

“Kami ga ada kewenangan. Tapi yang bisa buka itu pihak kepolisian,” pungkasnya.

Reporter: M Syahbani

Baca Juga :   Bandel, Belasan Mobil Mahasiswa Kedokteran ULM Digembok, Enam Digembosi

Editor: Suhaimi Hidayat

Penanggungjawab: M Ridha

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here