Kejari Banjarmasin Jemput Paksa Terpidana Kasus Pajak ke Jakarta

Terpidana manipulasi pajak, Albertus Irwan Tjahjadi. Istimewa

KabarKalimantan, Banjarmasin – Albertus Irwan Tjahjadi terpidana kasus dugaan korupsi terkait pajak fiktif yang telah lama buron akhirnya berhasil ditangkap pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Banjarmasin.

Terpidana yang telah lama dicari ditangkap di Jakarta saat berada di Bandara Halimperdana Kusama, Kamis (25/1) sore.

Hal tersebut dibenarkan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Banjarmasin Taupik Satia Diputra ketika dikonfirmasi sejumlah wartawan, Jumat Sore (26/1).

Menurut Taupik dalam pencarian dan penangkapan terpidana Albertus Irwan Tjahjadi pihaknya telah berkoordinasi dengan Kejaksaan Agung (Kejagung). Dan Kamis (25/1) sore yang mana bersangkutan berhasil ditangkap pihak kejagung saat berada di bandara Halimperdana Kusama.

Kemudian Jumat (26/1) pagi, terpidana diserahkan dan dijemput pihak Kejari Banjarmasin untuk dibawa ke Banjarmasin karena lukus perkaranya di Banjarmasin.

“Benar, Kasi Pidsus dan 2 Jaksa sudah jemput terpidana tadi pagi di Kejagung. Malam ini dengan Garuda jam 18.40 WIB, dari Jakarta dan sampai di Syamsudin Noor jam 21.25 Wita. Rencana malam ini langsung di masukan ke Rutan/LP Teluk Dalam Banjarmasin,”kata Taupik via Whats App (WA).

Baca Juga :   Kemenkumham Angkat Bicara Tertangkapnya Pengemplang Pajak

Lanjut Taupik terpidana ditangkap pihak Kejagung atas permintaan bantuan Kejari Banjarmasin yang sudah mencari 2 bulan yang lalu.

Penangkapan Albertus dilakukan berdasarkan putusan Mahkamah Agung (MA) Nomor 1124K/Pid.Sus/2013, yang sudah memiliki kekuatan hukum yang tetap.

Kasus yang menjerat Albertus terkait kasus pajak. Hasil pajak yang diperoleh Albertus tidak disetor ke kas negara. Dia pun divonis 2 tahun penjara dan denda Rp 32 miliar. Pascavonis pada 2013, Albertus dicari kejaksaan tapi baru bisa ditangkap hari ini.

Albertus terbukti bersalah melakukan tindak pidana dengan sengaja menyampaikan SPT Tahunan PPH WP Badan dan SPT masa PPN Tahun 2001 yang isinya tidak benar serta memungut PPN tetapi tidak menyetorkan ke kas negara dan menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Albertus dengan pidana penjara selama 2 tahun dan denda sebesar RP 32 miliar.

M SYAHBANDI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here