Sel. Mar 31st, 2020

Kepala SKPD Diminta Tak Gagal Paham Visi Misi

2 min read

Ibnu Sina memberikan keterangan ke media masa soal rapat koordinasi Pemkot Banjarmasin

KabarKalimantan, Banjarmasin – Penyerapan anggaran Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarmasin 2017 lalu masih tergolong rendah. Berdasarkan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) yang diserahkan ke DPRD, belanja Banjarmasin hanya 77,26 persen.

Walikota Banjarmasin, Ibnu Sina menghendaki di 2018 ini para kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) tidak gagal paham dengan visi misi Pemerintah Kota (Pemkot). Sebab dia tidak ingin kejadian di 2017 terulang kembali.

“Hampir satu setengah jam saya duduk memberikan arahan tadi. Saya ingin memastikan seluruh kepala SKPD paham dengan visi misi Pemkot,” ucapnya di sela rapat koordinasi yang dilaksanakan di Rumah Anno 1925, Jalan Piere Tendean, Selasa (27/3/2018).

Satu persatu visi misi Pemkot kembali dijabarkan dalam rapat koordinasi Pemkot Banjarmasin yang dilaksanakan secara tertutup tersebut. Seluruh kepala SKPD diminta hadir tanpa terkecuali. Agar apa yang menjadi fokus Pemkot di 2018 tidak melenceng.

Ibnu mengungkapkan, dalam rapat tersebut segala hal yang menyangkut kinerja Pemkot baik pencapian maupun kendala yang dihadapi selama triwulan pertama ini dibahas disana.

“Kami ingin apa yang menjadi fokus di 2018 ini bisa terlaksana dengan baik. di antaranya soal pembangunan fisik dan penataan sungai,” ujar mantan anggota DPRD Kalsel itu.

Selain itu dia menjelaskan, untuk 2018 ini penyerapan anggaran Pemkot di triwulan pertama ini cukup memuasakan. Tercatat dari Januari – Maret belanja daerah Banjarmasin sudah terrealisasi 15 persen dari target 16 persen.

“Tertinggal hanya satu persen. semoga hingga akhir Maret ini satu persennya bisa ditutup,” jelasnya.

Sementara itu, soal rapat koordinasi yang dilaksanakan secara tertutup Ibnu menjelaskan, memang keinginan Pemkot kegiatan itu tidak dipublis. Mengingat didalamnya ada informasi yang belum tentu valid. Ditakutkan nantinya hanya membuat kesalah pahaman terhadap media.

“Sengaja kami buat tertutup supaya bisa lebih fokus. Ada saatnya pemerintah itu bekerja dalam diam supaya betul – betul ini bisa dilaksanakan,” katanya.


M SYAHBANI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | redkal.com by Kabar Kalimantan.