Jum. Sep 25th, 2020

Keputusan Gubernur Cabut Tiga Izin Tambang Didukung DPRD Kalsel

1 min read

Kabarkalimantan, Banjarmasin – Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor menutup Izin Usaha Pertambangan (IUP) milik tiga perusahaan yambang yang tergabung dalam PT Silo Grup.

Tiga Perushaan tersebut adalah PT Sebuku Tanjung Coal, PT Sebuku Sejaka Coal dan PT Sebuku Batubai Coal yang semuanya berlokasi di Kotabaru, Kalsel.

Keputusan Gubernur tersebut juga didukung penuh oleh anggotan DPRD Kalsel dalam pandangan fraksi – fraksi Dewan yang disampaikan saat Rapat Paripurna DPRD Kalsel, Kamis (8/3/2018).

“Dukungan ini bukti eksekutif dan legislatif bersinergi,” ujar Gubernur yang akrab disapa Paman Birin.

Orang nomor satu di Kalsel ini meyakini bahwa DPRD Kalsel adalah kepanjangan tangan masyarakat. Tak salah jika kebijakannya bisa disebut bersumber dari masyarakat.

Terkait pencabutan izin yang sudah masuk ranah hukum, Gubernur menyerahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum yang bersangkutan.

Baca Juga :   Ini Kata Paman Birin Terkait Usulan Perda Ketentraman dan Ketertiban Umum

Ditanya kesiapan menghadiri pada sidang lanjutan, Paman Birin menjawab sigap. “Kalau tak ada halangan saya bersedia hadir,” ucapnya.

Soal rencana payung hukum zona bebas tambang di Pulau Laut Kabupaten Kotabaru, ia melihat perlu adanya pembahasan untuk mempertajam lagi. Tujuannya, terbit peraturan daerah (perda) yang benar-benar punya kekuatan hukum.

Paman Birin mengiyakan kemungkinan payung hukum zona bebas tambang akan diberlakukan untuk daerah lain di Kalsel. Maka dari itu pihaknya memandang perlu kajian ilmiah secara mendalam untuk menetapkan daerah yang masuk zona bebas tambang. Bahkan, Ia menekankan bahwa menetapkan daerah bebas tambang adalah sesuai aspirasi masyarakat.

“Kebijakan itu diambil kalau kata orang Jawa tak seenake dewe (jangan seenaknya sendiri),” katanya.

M RIZAL KHALQI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | redkal.com by Kabar Kalimantan.