KIP ‘Dicemburui’ Pendaftar PPDB Gagal

1291

KabarKalimantan, Banjarmasin – Puluhan masyarakat mendatangi sekretariat DPRD Kalsel pada Jumat (5/7/2019) siang. Mereka mengaku gagal mendaftarkan anaknya di SMKN 5 Banjarmasin.

Zonasi memang tidak diterapkan dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) pada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Sebaliknya, nilai hasil ujian nasional yang jadi persyaratan.

Ternyata, para orangtua yang merasa anaknya punya nilai tinggi hanya dapat kekecewaan. Nilai tinggi anaknya tersingkir oleh pemegang Kartu Indonesia Pintar (KIP).

Seperti diungkapkan salah satu siswa yang mengadu ke Rumah Banjar, M Kasim. Banyak pendaftar gagal meski nilai ujiannya tinggi. Sedangkan pemegang KIP kebanyakan punya nilai di bawah yang tidak lulus.

“Anak saya nilainya 19, 45. Yang pakai KIP itu ada yang cuma 12 tapu lulus,” ucapnya.

Mereka mengaku tidak tahu jika ada syarat tersebut. Para orangtua siswa juga menyesalkan kebijakan tersebut muncul mendadak.

Baca Juga :   Matnor Ali : Pembangunan Wilayah Perkotaan Harus Terencana dengan Baik

“Apa gunanya anak-anak belajar kalau nilainya tidak digunakan,” katanya lagi.

Soal penerima KIP mendapat prioritas baru diketahui saat pertengahan masa pendaftaran. Hal itu bahkan tidak ada pada pengumuman persyaratan yang dikeluarkan sekolah.

“Dua hari pendaftaran baru keluar kebijakan itu. Di keterangan sekolah tidak ada keterangan soal KIP,” ujar M Kasim.

Para orangtua bertambah kecewa. Sampai di Rumah Banjar, tak satu pun wakil rakyat ditemui. Mereka hanya diterima Sekretaris Dewan (Sekwan) Rozaniansyah di ruangannya.

“Anggota dewan sedang bertugas. Ada yang ke dalam daerah dan ke luar daerah. Komisi IV ke Kotabaru,” kata Rozaniansyah.

Menurut Sekwan, ia sudah menghubungi komisi bersangkutan terkait hal tersebut. Ketua Komisi IV DPRD Kalsel Yazidie Fauzi memberi tanggapan.

“Sudah disampaikan by fon. Sudah dihubungi Kabid bersangkutan. Katanya langsung ke sana,” ujar Rozaniansyah menyampaikan percakapan jarak jauhnya dengan Yazidie Fauzi.

Baca Juga :   Raperda Pengelolaan Kualitas Air Ditindak Cepat

Berhasil berkomunikasi dengan wakil rakyat, para orangtua ternyata diminta kembali ke SMKN 5 Banjarmasin. Harapannya, pihak Dinas Pendidikan Kalsel yang diutus bisa berhadapan langsung dengan mereka.

Jelang sampai waktu Shalat Jumat, puluhan orangtua pendaftar masih menggerumbung di SMKN 5 Banjarmasin. Kepala Sekolah pun sudah tidak ada di tempat. Hanya ada beberapa guru dan staf.

Panitia PPDB juga tidak ada. Salah satu guru memberi keterangan meski tak mau namanya disebut. Menurutnya, pihak sekolah juga kaget dengan hal tersebut.

Ia menjelaskan, pemegang KIP memang punya jatah diterima sebanyak 20 persen. Sekolah pun tak punya kewenangan meluluskan. Semua ditentukan sistem dalam jaringan.

“Di hari kedua pendaftatan baru muncul di sistem itu yang pemegang KIP,” katanya.

Para orangtua membubarkan diri sesaat sebelum waktu Shalat Jumat sampai. Mereka memutuskan datang lagi Senin (8/7/2019) nanti.

Baca Juga :   Dewan Buat Raperda Tentang Pembebasan Lahan

Reporter : M Ali Nafiah Noor
Editor : Suhaimi Hidayat
Penanggungjawab : M Ridha

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here