Rab. Sep 30th, 2020

Kisah Mahel, Bidan Desa Paramasan, Dua Jam Tempuh Jalan Terjal Temui Pasien

2 min read

MARTAPURRA, KK – Mahel (30) bidan Desa Paramasan harus menempuh jalan yang ekstrem sekitar dua jam untuk menuju Dusun Remo yang berjarak 30 kilometer dari Desa Paramasan, Kabupaten Banjar, Sabtu (21/1/2017).

Puskesmas Paramasan adalah Puskesmas yang terletak di Jalan Trans Kalimantan, Desa Paramasan, Kecamatan Paramasan, Kabupaten Banjar. Berjarak 167 kilometer dari ibukota Kabupaten Banjar, Martapura dan 60 kilometer dari Kota Kandangan.

Mahel mengatakan, jika hujan, jarak yang ditempuh membutuhkan waktu dua jam lebih. Tapi kalau kondisi jalan kering 1,5 jam sudah sampai menggunakan sepeda motor dan sebagian harus ditempuh dengan jalan kaki.

Dia mengaku harus melalui jalan berlumpur dan arus sungai yang deras. Namun demi tugas hal itu dijalaninya penuh keikhlasan, apalagi merupakan kegiatan rutin Posyandu dan Puskesmas Keliling.

“Mulai kerja itu pukul 08.00 sampai dengan 13.00 Wita. Pulang kerja langsung kembali ke rumah di Paramasan, kadang sama-sama teman dan tak jarang sendirian,” ungkapnya.

Selama bertugas dengan akses jalan yang terbilang ekstrem bagi seorang perempuan, hal itu tak menyurutkan semangatnya memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Dengan kondisi malam hari, hanya mengandalkan penerangan senter. Terlebih jika ada pasien anak yang menderita demam tinggi, harus segera mendapat perawatan.

“Di jalan itu, saya juga melewati bukit terjal bebatuan yang berhamburan. Bila kita tidak hati-hati bisa terjatuh. Apalagi hujan deras, kondisi jalan licin,” kata Mahel.

Puskesmas mengandalkan genset untuk membantu aliran listrik ketika menangani pasien. Termasuk kebutuhan air bersih, di desa tersebut mengandalkan air hujan.

“Kami pernah tangani pasien, saat itu proses pengobatan tiba-tiba listrik padam. Mau tidak mau kita menggunakan senter sebagai penerangan,” ujarnya.

Saat ini yang menjadi kendala di daereah tersebut yakni belum adanya pelayanan rawat inap, kurangnya tenaga ahli, serta listrik yang belum normal.

Meski dengan keterbatasan obat serta sarana yang minim, Mahel mengakui sangat senang mengabdi di Puskesmas Paramasan karena sangat dibutuhkan dan diterima oleh masyarakat setempat. mar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | redkal.com by Kabar Kalimantan.