Kisruh Ulama Sugianor, Pengacara: Tidak Ada yang Benar

480
Aspihani Ideris (dua dari kiri) dan Sugianor (dua dari kanan) saat bersua di Pawon Tlogo, Kecamatan Alalak, Barito Kuala, Senin (6/11/2017). Redkal.com

KabarKalimantan, Marabahan – Ulama Sugianor dan penasihat hukum Kepala Desa Kusairi, Aspihani Ideris, bersua untuk memastikan penyelesaian kisruh Sugianor dan Kusairi. Sugianor mengundang Aspihani Ideris bertemu di Rumah Makan Pawon Tlogo, Kecamatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala.

Aspihani Ideris menutukan pertemuan ini sebagai momentum saling memaafkan di antara keduanya. Ia menyampaikan permintaan maaf setelah Kusairi berhalangan hadir karena ada tugas yang mesti diselesaikan.

Asal tahu saja, Kusairi seorang Kades Lok Buntar, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, yang konon, sempat marah-marah dan merusak motor milik ulama Sugianor di Kantor Camat Sungai Tabuk pada 17 Oktober lalu.

Menurut Aspihani, Polres Banjar telah menginisiasi upaya damai dan menyudahi polemik ulama Sugianor dan Kusairi. “Di sana (Polres Banjar) sudah disepakati, tidak ada yang salah, dan tidak ada yang benar. Semua ini miskomunikasi, di sini kami semua mengambi hikmah dari kejadian ini, antara Bang Sugi dan Kades Kusairi,” kata Aspihani Ideris kepada wartawan di sela pertemuan, Senin petang (6/11/2017).

Baca Juga :   Sempat Berkonflik, Ulama Sugianor dan Kades Kusairi Berdamai

Ia menuturkan pelajaran yang mesti dipetik adalah kepala desa harus hati-hati ketika menggunakan Dana Desa dan harus amanah. Selain itu, Aspihani berterima kasih terhadap media sebagai alat kontrol sosial yang gencar memberitakan silang sengkarut surat mandat Sugianor dan penggunaan Dana Desa.

Apalagi, Satgas Dana Desa sempat menelisik ke Kalimantan Selatan pasca mencuat kisruh surat mandat dari Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor kepada Sugianor agar mengawasi Dana Desa lewat dakwah agama. Menurut Aspihani, kehadiran Satgas Dana Desa semestinya jadi momentum bagi kepala desa se-Kalsel agar tidak serampangan menggunakan Dana Desa

“Sehingga jadi viral, sehingga timbul dua bintang di sini, Bang Sugi dan Pembekal Kusairi. Ini secara nasional diketahui publik, tidak menutup kemungkinan Pak Jokowi tahu permasalah ini,” ujar pria yang merangkap seorang dosen hukum di Universitas Islam Kalimantan dan aktivis LSM itu.

Baca Juga :   IWO Dukung Upaya Damai Ulama Sugianor-Kades Kusairi

Adapun ulama Sugianor menuturkan kisruh antara dirinya dan Kusairi sudah berakhir lewat kesepakatan damai Markas Polres Banjar pada Rabu pekan lalu. Sugianor mengakui persoalan ini karena salah paham alias komunikasi yang tidak tuntas.

“Beliau (Kusairi) khilaf, dan saya memahani atas kekhilafan beliau. Hari ini, intinya, tidak ada yang disalahkan dan tidak ada yang dimaafkan. Artinya, semua itu miskomunikasi. Kita anggap ini sebuah musibah, tidak saling menyalahkan, kita anggap pembelajaran untuk ke depannya,” kata ulama Sugianor.

Sugianor menduga persoalan itu kian meruncing karena ada provokator yang ingin memperkeruh suasana. ia tetap menjalankan misi dakwah dalam mengawal Dana Desa. Menurut dia, dakwah ini untuk mengingatkan bahwa aparatur desa mesti mengayomi warganya dan tidak mengkorupsi Dana Desa.

Ia berharap para pihak tidak mengingkari kesepakatan damai tersebut. “Jangan khianati saya. Wajar saja, orang sekali-kali ada salahnya karena manusia bukan setan. Tapi, tidak selalu manusia bersikap benar karena bukan malaikat,” Sugianor berkata.

Baca Juga :   IWO Dukung Upaya Damai Ulama Sugianor-Kades Kusairi

DIANANTA PUTRA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here