Kodim Batola Undang Wartawan Nobar PKI, IWO: Berlebihan

199
Ketua IWO Kalsel, Anang Fadhilah. dok Redkal,com

KabarKalimantan, Marabahan– Komandan Kodim 1005/Marabahan, Letnan Kolonel Arh Irwan Setiawan menyebarkan undangan nonton bareng film pengkhianatan PKI yang akan diputar pada Sabtu 23 September 2017 pukul 19.30 Wita di halaman kantor Pemkab Barito Kuala.

Letkol Irwan menujukan undangan nobar itu ke tokoh ulama, aparat pemda, para pemuda, ormas, wartawan, dan segenap masyarakat se-Barito Kuala. Menurut dia, nobar film itu bertujuan menjaga secuil fakta sejarah kepada generasi muda Indonesia agar tidak dibelokkan kepada cerita-cerita di luar fakta.

“Khususnya tentang keterlibatan/pengkhianatan PKI pada 1965 dan waktu-waktu sebelumnya 1925 dan 1948,” demikian undangan Letkol Irwan Setiawan, Kamis (21/9/2017).

Kepada Letkol Irwan, KabarKalimantan mengkonfirmasi soal undangan itu apakah wartawan wajib hadir ke lokasi pemutaran film. “Himbauan saja kepada semua komponen masyarakat Batola. Apabila ada waktu monggo silahkan bergabung, tapi kalau berhalangan juga ndak apa-apa,” tulis Irwan lewat pesan WhatsApp.

Baca Juga :   Mubes IWO Pertama, Wartawan Kalsel Paling Banyak

Semula, tempat nobar film itu di aula Markas Kodim 1005/Marabahan dan markas koramil di bawah jajaran Kodim 1006/Marabahan. Namun entah kenapa, Kodim tiba-tiba memindah tempat nobar ke halaman Pemkab Batola.

Adapun Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Kalimantan Selatan, Anang Fadhilah, mengatakan aksi nonton bareng film pengkhianatan PKI itu sangat berlebihan dan dipaksakan. Sebab, kata Anang, masyarakat semestinya tidak larut dalam romantisme sejarah dan membawa kondisi konflik masa lalu ke era kekinian.

“Masyarakat bisa nonton sendiri, jangan ada kesan dipaksa-paksakan. Tapi secara umum, pemutaran film itu sebagai bentuk kewaspadaan. Tapi dari sisi otentik kejadian, sampai saat ini mengundang pro kontra,” ujar Anang Fadhilah, seraya menambahkan pemerintah semestinya lebih gencar mengkampanyekan bahaya korupsi, narkoba, dan kesenjangan sosial.

Perihal undangan ke wartawan, Anang Fadhilah mempersilakan awak media ikut menonton atau meliput tentara yang tengah takzim melihat film besutan Arifin C Noer itu. “Terserah wartawan mau nonton atau tidak, karena bukan suatu kewajiban,” Anang melanjutkan.

Baca Juga :   TNI Jalin Sinergitas Bersama Insan Pers

Di Markas Kodim 1007/Banjarmasin, aksi nobar film sejenis sudah digeber pada Rabu malam (20/9/2017). Sementara Markas Koramil Banjarmasin Timur malah lebih dahulu memutar film pengkhianatan PKI itu pada Sabtu malam pekan lalu, 16 September.

Komadan Kodim 1007/Banjarmasin, Letkol Inf Wilson Napitupulu, mengatakan sekitar 300 orang warga sipil dan tentara ikut nobar film PKI di halaman belakang makodim. “Betapa ganasnya pembunuhan pihak PKI terhadap tujuh jenderal TNI AD dan masyarakat Indonesia,” kata Wilson.

DIANANTA PUTRA │ SYAHBANDI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here