Komisi II DPRD Kalsel Dorong Pemanfaatan Lahan Eks Tambang untuk Pengembangan Hewan Ternak

2 min read
810

KabarKalimantan, Banjarmasin – Komisi II DPRD Kalsel mengundang sejumlah mitra kerja ke sekretariat mereka di Jalan Lambung Mangkurat Banjarmasin pada Rabu (13/10/2021) untuk membahas penggunaan lahan eks tambang dalam pengembangan hewan ternak.

Rapat dipimpin langsung Ketua Komisi II Imam Suprastowo. Adapun mitra yang hadir meliputi Sekretaris Ditjen Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan Kementerian LHK Republik Indonesia, Balai Pemantapan Kawasan Hutan Banjarbaru, Dinas Kehutanan Kalsel, Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalsel, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Tanah Laut serta dari PT Arutmin Indonesia.

Imam Suprastowo menjelaskan, pertemuan tersebut adalah tindak lanjut dari surat Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Tanah Laut yang ditujukan ke DPRD Kalsel, mengenai pinjam pakai lahan eks tambang PT Arutmin Indonesia untuk dijadikan padang penggembalaan ternak.

Baca Juga :   Asrama Haji Embarkasi Banjarmasin Kini Setara Hotel Bintang Tiga

Menurut Imam, pemanfaatan lahan tidur oleh masyarakat akan membuat lahan tersebut terjaga.“Kita akan terus dorong pemerintah untuk pemanfaatan lahan tersebut,” ucap politisi PDIP tersebut.

Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalsel Suparmi mengaku sangat mendukung pemanfaatan lahan eks tambang ini. Menurutnya, program ini mendukung percepatan swasembada pangan di Kalsel. Apalagi, Kalsel merupakan salah satu gerbang ibukota negara yang baru.

“Kami diminta oleh gubernur untuk memanfaatkan semua sumber daya yang ada, untuk bisa mengembangkan komoditi yang saat ini Kalsel masih kekurangan, yaitu komoditi daging merah,” ucap Suparmi.

Baca Juga :   Catatan Akhir Tahun, Ini Capaian dan Target Banjarmasin

Terkait permintaan pemanfaatan lahan eks tambang tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kehutanan Kalsel Fatimatuzzahra menjelaskan, lahan yang dimohon tersebut bukan eks lahan reklamasi. PT Arutmin, katanya baru melakukan reklamasi di lahan tersebut, sehingga belum bisa dimanfaatkan terlebih dulu.

“Untuk persyaratan pemanfaatan lahan eks reklamasi dari Kementerian Kehutanan adalah tanaman yang ditanam harus berusia 5 tahun,” ungkap Fatimatuzzahra.

Pada kesempatan sama, perwakilan PT Arutmin Indonesia membenarkan lahan yang diminta untuk dimanfaatkan saat ini masih dalam tahap reklamasi.

“Lahan eks tambang ini sudah kami tanami sejak tahun 2017. Untuk itu kami belum mengajukan penilaian reklamasi ke kementrian, karena dari sisi persyaratannya kami belum memenuhi dari usia tanam,”jelasnya.

Baca Juga :   Senin Depan, Unsur Pimpinan DPRD Banjarmasin Definitif Disahkan

Anggota Komisi II DPRD Kaslel Harianto mengatakan, pihaknya mengalami kebuntuan. Pun demikian, Harianto mengaku harus mencari jalan yang tidak menyalahi aturan agar lahan yang dimaksud bisa dimanfaatkan masyarakat banyak.

“Selama itu bukan untuk kepentingan pribadi. Saya yakin pasti akan ada jalan keluarnya. Kita bisa minta solusi ke banyak pihak, misalnya dari kementerian untuk berkonsultasi,”ungkap politisi PKS tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *