Kam. Okt 1st, 2020

Komisi III DPRD Kalsel Monitoring GTPP Covid-19 Batola

2 min read

KabarKalimantan, Marabahan – Sebanyak 15 orang anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) melaksanakan kunjungan ke Kabupaten Barito Kuala (Batola), Kamis (11/6/2020).

Kunjungan dimaksudkan dalam rangka monitoring perkembangan, pencegahan, pengendalian, dan penanganan Covid-19 di wilayah Provinsi Kalsel, tak terkecuali di Kabupaten Batola.

Selain itu, kunjungan tersebut bertujuan untuk evaluasi terhadap hasil pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Pada kesempatan itu, Pj Sekda Batola Abdul Manaf menyampaikan, Kabupaten Batola sedang melaksanakan PSBB jili II sejak 30 Mei-12 Juni 2020. “Sampai hari ini, Batola telah mengkonfirmasi jumlah pasien positif Covid-19 sebanyak 123 orang,” ucapnya.

Sejumlah itu, katanya, merupakan hasil dari tracking/pelacakan dan rapid test massal yang selama ini gencar dilakukan oleh Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

Di hadapan Ketua dan anggota Komisi III DPRD Kalsel, Manaf juga mengeluhkan permasalahan hasil tes swab yang memakan waktu hingga 10 hari bahkan lebih.

Padahal, sebutnya, keberhasilan pelaksanaan PSBB sangat tergantung bagaimana kabupaten bisa mengetahui dengan cepat pasien-pasien yang terkonfirmasi positif, dengan maksud agar segera bisa tertangani dengan baik. Bahkan pasien yang dinyatakan sembuh pun harus dilakukan test swab sebanyak dua kali.

“Dengan lambannya hasil swab tentu sangat sulit melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan PSBB. Sementara masa pelaksanaa PSBB per tahapnya hanya dalam jangka 14 hari,” terangnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Batola Saleh dalam kesempatan pertemuan menyampaikan aspirasi masyarakat, agar Pemprov Kalsel dapat menambah lokasi karantina bagi pasien konfirmasi positif Covid-19.

“Di Batola sampai saat ini ada beberapa pasien dengan hasil positif Covid-19, karena tidak ada lagi tempat karantina, semuanya penuh, terpaksa harus melaksanakan isolasi mandiri di rumah. Kondisi ini dikhawatirkan jika mereka tidak menjalankan protokol Covid-19 dengan disiplin,” ujarnya.

Sementara itu, Anggota Komisi III Fahrin Nizar, yang juga warga Kecamatan Marabahan Kabupaten Batola, mempertanyakan keseriusan Pemkab Batola mengenai pelajsanaan PSBB.

Lantas, dengan tegas ia pun menyampaikan sepatah pertanyaan penting, PSBB Batola, diperpanjang atau tidak?”

Menanggapi itu, Pj Sekda Abdul Manaf pun, menyatakan sangat sulit mengevaluasi PSBB dengan berbagai permasalahan yang dihadapi ini. Bisa saja Batola tidak lagi memperpanjang PSBB jilid II ini dan akan melaksanakan persiapan new normal.

Kepala Dinas Kesehatan Batola dr Hj Azizah SW menegaskan, jika masyarakat tidak siap dengan new normal akan berimbas kepada kesehatan. “Bisa saja pasien Covid-19 jumlahnya akan tak terkendali,” ucapnya.

Reporter: Mahmud Shalihin

Editor: Suhaimi Hidayat

Penanggungjawab: M Ridha

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | redkal.com by Kabar Kalimantan.