Sel. Mar 31st, 2020

Komisioner KPU Banjar 2014 Ditetapkan sebagai Tersangka

2 min read

KabarKalimantan, Banjarmasin – Ditkrimsus Polda Kalsel menetapkan mantan Komisioner KPU Kabupaten Banjar Tarmiji Nawawi sebagai tersangka kasus dugaan korupsi anggaran Pemilu 2014 sebesar Rp 2,4 miliar dari total anggaran penyelenggara Pemilu 2014 yang berasal dari dana hibah mencapai Rp 23 miliar.

Tak hanya itu, ada 9 item anggaran dalam penyelenggara Pemilu 2014 yang ditangani tersangka, Tarmiji Nawawi sebesar Rp 2,8 miliar. Tersangka diduga melakukan penyimpangan dan penyalahgunaan anggaran yang tak bisa dipertanggungjawabkan sebagai kerugian negara mencapai Rp 2,4 miliar.

Wakil Kapolda Kalsel Brigjen Pol Aneka Pristafuddin didampingi Direktur Reserse Kriminal khusus (Direskrimsus) Polda Kalsel, Kombes Pol Rizal Iriawan mengungkapkan, hasil penyidikan terhadap kasus dugaan korupsi ini didapat dari alat bukti.

“Data-data itu didapat dari barang bukti serta juga dinyatakan berkas perkara tindak pidana khusus ini lengkap atau P-21 oleh Kejati Kalsel tertanggal 22 November lalu,” katanya dalam sesi jumpa pers di Markas Ditreskrimsus, Kompleks Bina Brata KM 4,5 Banjarmasin, Senin (26/11).

Baca Juga :   Jelang Pilkada, Kapolda Kalsel Periksa Kesiapan KPU dan Bawaslu

Di lain hal, dari beberapa saksi menyebutkan bahwa tersangka Tarmiji Nanawi juga terlibat langsung dalam proses perencanaan dan pengelolaan anggaran di KPU Banjar.

Aneka juga menambahkan, dalam menghadapi even Pemilu 2014, ada 9 item anggaran yang disediakan berupa bongkar pasang kotak dan bilik suara, sortir dan lipat surat suara, pengesetan formulir TPS-PPS dan PPK, pengadaan kotak suara, serta pemeriksaan akhir kotak suara.

Selain itu, juga ada pada pengamanan gudang logistik, penataan kelengkapan TPS, bongkar muat logistik pemilihan legislatif, dan distrisbusi logistik pemilihan legislatif dan pemilihan presiden di Pemilu 2014 yang ditangani tersangka di KPU Banjar.

“Saat itu, tersangka ini juga terjun langsung membuat perencanaan anggaran, hingga melakukan penyimpangan, serta penyalahgunaan berupa membuat pertanggungjawaban palsu, melakukan mark-up anggaran hingga kegiatan belanja yang tidak bisa dipertanggung jawabkan,” jelasnya.

Baca Juga :   Ibu Rumah Tangga Kedapatan Miliki Sabu

Ia menambahkan, tersangka menggunakan dana itu untuk membeli satu buah mobil dan dua unit mesin fotokopi yang dananya berasal dari dugaan mark-up  anggaran. Fasilitas ini digunakan tersangka sebagai usaha sampingan.

Sementara itu, Direktur Reserse Krimsus Polda Kalsel Kombes Pol Rizal Iriawan mengatakan, pengusutan kasus dugaan korupsi di KPU Banjar tahun anggaran 2014 ini perlu kehati-hatian. “Makanya kami memerlukan waktu yang cukup lama, dan penyidik baru bisa menyelesaikan perkara ini ketika telah dinyatakan lengkap oleh pihak kejaksaan,” tandasnya.

Atas perbuatannya, Tarmiji Nawawi akan dikenakan pasal berlapis yakni Pasal 2 ayat (1), jo Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ke-1 KUHP.

Syahbandi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | redkal.com by Kabar Kalimantan.