Komoditas Administered Prices Penyumbang Inflasi

758

KEBIJAKAN pemerintah menarik subsidi tarif dasar listrik di komoditas administered prices, menjadi penyumbang terbesar inflasi Juni. Di Kalimantan Selatan, pada Juni 2017 tercatat sebesar 0,96% (mtm). Angka ini lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya, yang tercatat inflasi sebesar 0,29% (mtm).

“Tingginya inflasi bulan ini disebabkan meningkatnya inflasi komponen administered prices. Sementara itu, inflasi komponen inti mereda, dan komponen volatile foods justru deflasi,” ujar Harymurthy Gunawan, Kamis (7/6). Kepala Kantor Perwakilan BI Kalimantan Selatan itu, saat jumpa pers meyebutkan, kenaikan harga berlangsung secara terus-menerus dan saling memengaruhi. “Ini kali pertama terjadi dalam tiga tahun terakhir,” katanya. Berde dari administered prices, dari sisi komponen inti, membuat reda tekanan inflasi. Sumbernya deflasi pada beberapa komoditas. Antara lain televisi berwarna, mie kering dan makanan ringan/snack. Pada komponen volatile foods, mengalami deflasi yang bersumber dari komoditas cabe rawit, beras, gabus dan telur ayam ras. Angka deflasi pada komponen volatile foods tidak terlepas dari strategi pemerintah bersama TPID dalam mengendalikan harga, khususnya dari tepi penyediaan pasokan. Secara tahunan tekanan inflasi justru mengalami sedikit penurunan dari 4,28% (yoy) menjadi 4,20% (yoy). Penurunan inflasi ini bersumber dari turunnya tekanan inflasi volatile foods yang disebabkan tercukupinya pasokan saat Ramadhan, dan saat Hari Raya Idul Fitri. Harymurthy mengatakan, mengamati kondisi permintaan dan pasokan terkini, inflasi bulanan (mtm) pada bulan Juli 2017 diperkirakan akan menurun dibandingkan dengan Juni 2017. Hal ini seiring telah berakhirnya tekanan inflasi yang bersumber dari naiknya permintaan pada bulan Ramadhan, dan menjelang Hari Raya Idul Fitri. Inflasi tahunan (yoy) Kalimantan Selatan pada tahun 2017 diperkirakan masih akan berada pada rentang sasaran 4,7 kurang lebih 1% (yoy). Dari dua kota penghitung inflasi di Kalimantan Selatan, inflasi terjadi di Kota Banjarmasin (0,94% mtm atau lebih tinggi dibandingkan Mei 2017 yang juga sebesar 0,33% mtm).

Sementara di Kota Tanjung terjadi inflasi 1,33% (mtm) dari sebelumnya deflasi sebesar 0,19% (mtm).(muhammad rizal khalqi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here